IBL Masih Coba Merayu CLS Knights Surabaya

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 28 Jul 2017, 16:49 WIB
Direktur IBL, Hasan Gozali, mengaku tak masalah kehilangan CLS Knights pada Indonesia Basketball League 2017-2018.

Bola.com, Jakarta - Direktur IBL, Hasan Gozali, mengaku pihaknya telah menyiapkan kemungkinan terburuk yakni menggelar kompetisi musim 2017-2018 tanpa keikutsertaan CLS Knights Surabaya. Namun, Hasan menilai pihaknya masih akan mencoba untuk melakukan negosiasi dengan klub yang bermarkas di GOR Kertajaya tersebut.

Advertisement

Seperti diketahui, CLS Knights memutuskan untuk tak ikut IBL 2017-18 karena terbentur aturan regulasi baru yang dikeluarkan oleh pihak liga. Regulasi baru tersebut mewajibkan klub basket yang ikut IBL berbentuk badan usaha Perseoran Terbatas (PT).

CLS Knights bersikukuh untuk mempertahankan klub dengan bentuk yayasan. Namun, Hasan Gozali berharap adanya titik temu dari akar permasalahan tersebut.

"Surat pengunduran dirinya sudah kami terima. Namun, kami ingin bertemu dulu dengan mereka (CLS Knights) untuk mendengar langsung alasannya. Rencananya, besok (Sabtu 29/7/2017) saya akan ke Surabaya untuk melakukan pertemuan dengan mereka," kata Hasan ketika dihubungi Bola.com, Jumat (28/7/2017).

"Kami sudah menyiapkan kemungkinan terburuk jika pada akhirnya mereka tetap demikian. Ya mau tidak mau (menggelar IBL tanpa CLS Knights). Saya tidak bisa mengorbankan satu tim demi kepentingan yang lebih besar," tambahnya.

Hasan menilai regulasi baru soal kewajiban sebuah klub berbadan hukum sudah disosialiasikan sejak musim lalu. Namun, penegakannya baru akan dimulai pada musim depan.

Sampai sekarang, tercatat baru 3 klub yang berbentuk PT yakni Satria Muda Jakarta, Siliwangi Bandung dan Garuda Bandung. Adapun untuk tim selain CLS Knights masih dalam proses pembentukan.

"Ada beberapa klub yang sedang mengurus untuk pembentukan PT, namun ada juga yang belum mau seperti CLS Knights Surabaya dan lainnya. Kami tidak akan menyerah untuk menemui mereka dan menjelaskan maksud kami terhadap regulasi klub yang harus berbentuk PT," ujar Hasan.

Berita Terkait