PBSI Ungkap Target Indonesia pada Kejuaraan Dunia Junior 2017

oleh Ronald Seger PrabowoOka Akhsan diperbarui 08 Okt 2017, 18:55 WIB
Tim bulutangkis Indonesia yang akan berlaga pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017. Mereka berpose bersama pada sesi konferensi pers di Hotel Ambarukmo, Yogyakarta, Minggu (8/10/2017). (Bola.com/Ronald Seger)

Bola.com, Yogyakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Susy Susanti mengungkap target tim Indonesia pada Kejuaraan Dunia Junior 2017 yang digelar di GOR Among Rogo, Yogyakarta, 9-22 Oktober 2017.

Advertisement

"Targetnya satu emas buat perorangan dan semifinal untuk beregu. Untuk perorangan, peluang medali bisa datang dari sektor mana saja. Namun, peluang terbesar ada di nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Kami berharap bisa meraih prestasi terbaik untuk Indonesia," kata Susy, yang menjadi manajer tim Indonesia, seperti dikutip dari situs resmi PBSI, Minggu (8/10/2017).

Di nomor tunggal putri, Indonesia mengandalkan Gregoria Mariska Tunjung. Gregoria merupakan finalis Kejuaraan Asia Junior 2016 di Bangkok, Thailand. Dia juga telah memiliki pengalaman tampil pada beberapa turnamen level senior dan masuk tim Indonesia untuk Piala Uber 2016 dan Piala Sudirman 2017.

Pada sektor ganda putri, harapan Indonesia untuk mendulang medali ada di pundak dua pasangan yang baru saja menjadi semifinalis Pembangunan Jaya Raya Kejuaraan Asia Junior 2017, 22-30 Juli, yaitu Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto. Jauza merupakan peraih medali perunggu edisi 2016 di Bilbao, Spanyol, saat berpasangan dengan Yulfira Barkah.

Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi ujung tombak Indonesia pada nomor ganda campuran. Rehan/Fadia merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil menyabet medali emas pada Pembangunan Jaya Raya Kejuaraan Asia Junior 2017.

Ketua panita pelaksana (Panpel) Achmad Budihato menjelaskan, ajang kali ini merupakan peluang besar bagi Indonesia itu meraih banyak gelar. Total sebanyak 488 atlet dari 64 negara siap bertarung memperebutkan supremasi tertinggi.

''Jumlah ini menjadi rekor peserta terbanyak sepanjang ajang ini digelar. Sebagai tuan rumah, tentu Indonesia ingin meraih prestasi terbaik dan mendapat banyak gelar juara,'' ujar pria yang juga Sekjen PB PBSI tersebut.

Indonesia mendulang dua medali pada edisi 2016. Kedua keping medali itu didapat dari nomor perorangan lewat tunggal putra Chico Aura Dwi Wardoyo (perak) dan ganda putri Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto.

Indonesia gagal lolos ke semifinal nomor beregu pada edisi 2016 setelah kalah 1-3 dari Malaysia pada babak perempat final. Indonesia akhirnya menempati peringkat kelima setelah mengalahkan Taiwan dengan skor 3-1 dalam laga perebutan ranking 5-6.

Berdasarkan hasil undian yang telah dilakukan pada 28 September 2017 di Jakarta, Indonesia mendapatkan lawan mudah pada babak penyisihan nomor beregu Kejuaraan Dunia Junior 2017 yang memperebutkan Piala Suhandinata. Tim Merah-Putih tergabung di Grup H1 bersama Mongolia dan Brasil.

Pekan pertama Kejuaraan Dunia Junior 2017 akan menggelar nomor beregu campuran. Nomor perorangan baru dipertandingkan pada pekan kedua.

Berita Terkait