Mantan Pebasket Bimasakti Nikko Steel Dukung Arema

oleh Iwan Setiawan diperbarui 08 Okt 2017, 18:30 WIB
Made Indra, Cristian Gonzales, dan Erwan Santoso sebelum laga Bali United vs Arema. (Bola.com/Iwan setiawan)

Bola.com, Gianyar - Arema FC tampaknya mendapat dukungan cukup besar saat bertamu ke markas Bali United Minggu (8/10/2017) malam ini. Bukan hanya dari Aremania yang hadir dari Malang dan Bali, melainkan juga dari mantan pebasket profesional.

Dua mantan pebasket asal klub Bimasakti Nikko Steel Malang, yakni Made Indra Novrihadi dan Erwan Santoso terlihat di Hotel Grand Livio, Kuta, tempat tim Arema menginap pada laga tandang ke Bali.

Keduanya bertemu striker Arema, Cristian Gonzales. Mereka sempat saling bertanya kabar terkini, baik soal basket maupun sepak bola.

"Saya orang asli Bali. Tapi, dalam sepak bola mendukung Arema karena dulu lama main basket di Malang dan mulai tertarik dengan Arema," kata Made Indra.

Advertisement

Sebenarnya, Bali United kini memiliki jumlah pendukung yang tak kalah besar dengan Arema. Sejak berada di papan atas Liga 1, jumlah suporter yang datang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, terus bertambah.

Namun, hal itu tidak membuat pria yang pensiun dari basket pada usia 30 tahun itu berubah pikiran. "Saya masih suka dengan Arema. Apalagi Gonzales. Dia masih bisa bermain di usianya sekarang (kepala empat)," lanjutnya.

Made Indra terkadang iri dengan atmosfer kompetisi sepak bola karena suporter sepak bola terutama Aremania, membuatnya kagum.

"Kalau suporter basket, sedikit. Di Malang mungkin penonton baru datang kalau ada tim besar yang main melawan Bimasakti," imbuhnya.

Hanya, Made Indra menyadari jika sepak bola masih jadi olahraga paling populer di Indonesia sedangkan basket masih kalah tenar dan hanya jadi kegemaran kalangan tertentu yang fanatik.

"Tapi mau bagaimana lagi, memang jalan hidup saya jadi pemain basket. Jadi hanya bisa menikmati sepak bola sebagai fans saja," jelasnya.

Berbeda dengan Made Indra, Erwan datang ke Bali untuk mendampingi siswa sekolah. Setelah berhenti bermain basket, dia menjadi guru olahraga di Kediri. "Sebenarnya juga ingin nonton langsung memberi dukungan pada Arema. Tapi, siang hari saya harus sudah kembali ke Blitar," ungkapnya.