Chicago Jadi Tuan Rumah NBA All-Star 2020

oleh Thomas diperbarui 11 Nov 2017, 09:12 WIB
Chicago Gelar NBA All-Star 2020 (Istimewa)

NBA memberikan kepercayaan kepada Kota Chicago untuk menjadi tuan rumah ajang All-Star 2020. Perang bintang edisi ke-69 akan dihelat di United Center, pada 16 Februari 2020. 

Advertisement

Kepastian Chicago menjadi tuan rumah All- Star 2020 diumumkan Commissioner NBA Adam Silver, Jumat (10/11/2017) waktu setempat. Jumpa pers diadakan di United Center dengan dihadiri walikota Chicago Rahm Emanuel dan Presiden Bulls Michael Reinsdorf.

"Chicago merupakan kota ikonik dengan sejarah panjang bola basket. Kami sangat senang bisa membawa NBA All-Star kembali ke sini," ujar Silver seperti dilansir situs resmi NBA.

"Kami berterima kasih kepada Walikota Emanuel, Jerry dan Michael Reinsdorf dan seluruh organisasi Bulls. Kami menantikan minggu yang menarik untuk merayakan permainan bola basket," ujar Silver seperti dilansir situs resmi NBA."

NBA All-Star 2020 bakal menjadi ajang perang bintang ketiga di Chicago. Sudah lebih dari tiga dekade, Chicago tak lagi kebagian menggelar NBA All-Star. Terakhir kali Chicago menjadi tuan rumah All-Star pada tahun 1988 dan 1973.

2 dari 3 halaman

LA dan Charlotte

Markas Charlotte Hornets, Spectrum Center, akan menjadi tuan rumah NBA All-Star 2019. (media.bizj.us)

"Chicago tidak sabar menggelar NBA All-Star 2020 dan menyambut pemain-pemain serta fans dari berbagai penjuru Amerika dan seluruh dunia ke kota luar biasa ini," ujar Emanuel.

NBA All-Star 2018 sendiri akan digelar di Los Angeles. Sedangkan NBA All-Star 2019 dihelat di kota Charlotte setelah sempat batal jadi tuan rumah tahun ini.

NBA telah mengubah format All-Star Game mulai tahun depan. Kini tidak ada lagi tim Wilayah Barat dan Wilayah Timur. Pemain- pemain terbaik kedua wilayah akan dicampur dalam dua tim.

3 dari 3 halaman

Format Baru

NBA All-Star Game 2018 tak akan mempertemukan tim Wilayah Timur dengan tim Wilayah Barat. (Bola.com/Twitter/SportsLeakers)

Nantinya fans akan memberikan suara lewat voting ditambah pilihan para pemain dan wartawan. Kemudian pemain dengan perolehan suara terbanyak di masing-masing wilayah akan menjadi kapten.

Kapten tim akan bertugas memilih 11 pemain lain tanpa terpengaruh dari wilayah mana pemain tersebut berasal. Format baru ini memungkinkan LeBron James satu tim dengan jagoan Wilayah Barat seperti James Harden.