TCC 2017: Pengorbanan Mantan Kiper Persija Demi Gelar Sarjana

oleh Juprianto Alexander Sianipar diperbarui 23 Nov 2017, 08:15 WIB
Kiper Perbanas, Adixi Lenzivio saat pertandingan melawan UM pada laga Torabika Cup 2017 di Stadion Cakrawala, Malang, Rabu (22/11/2017). UM menang 3-0 atas Perbanas. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Malang - Kiprah STIE Perbanas pada babak grand final Torabika Campus Cup 2017 menarik perhatian penonton yang hadir di Stadion Cakrawala Universitas Negeri Malang. Hal ini lantaran juara regional Jakarta itu diperkuat mantan kiper Persija Jakarta, Adixio Lenzivio.

Adixi bukan sosok yang asing bagi penonton yang mayoritas mahasiswa tersebut. Terutama, bagi mereka yang selalu mengikuti perkembangan sepak bola di Tanah Air selama beberapa tahun terakhir.

Advertisement

Pria yang mengambil jurusan manajemen di Perbanas itu terakhir memperkuat Tim Macan Kemayoran tahun 2015. Bersama Persija pula nama Adixi mulai dikenal pencinta sepak bola di Tanah Air.

"Sejak tahun 2015, saat kompetisi vakum, saya memang fokus kuliah. Sekarang saya sedang mencoba menyelesaikan skripsi walau belum sampai ke sana. Semoga tahun depan saya bisa menyelesaikan kuliah saya," ujar Adixi saat berbincang dengan Bola.com setelah Perbanas gagal melangkah ke semifinal Torabika Campus Cup 2017 pada Rabu (22/11/2017).

Selain rutin hadir di kampus mengikuti jadwal kuliah, Adixi mengaku sudah sejak dua tahun terakhir selalu bermain bersama Perbanas pada berbagai kejuaraan sepak bola antarmahasiswa.

Putra dari mantan pemain Timnas Indonesia Adityo Darmadi itu mengaku ingin memberikan prestasi untuk kampusnya sekaligus menjaga kondisi fisik dan sentuhan bolanya sebelum kembali bermain di level profesional.

"Selain sepak bola, saya juga sering ikut main futsal bersama tim kampus saya. Penting buat saya untuk menjaga kondisi walau latihan di level profesional itu berbeda dengan di kampus," kata Adixi yang sudah masuk semester sembilan di Perbanas.

Pria yang masuk ke Persija melalui klub internal Menteng FC itu pun tak memungkiri rindu kembali bermain di klub. Namun, kerinduan itu ia tepis untuk sementara waktu demi mengejar gelar sarjana yang akan menjadi bekal buat dirinya pada kemudian hari.

Padahal, tawaran dari klub Liga Liga dan Liga 2 yang tertarik untuk meminangnya silih berganti datang jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 lalu. "Kalau dibilang rindu, tentu saja rindu (bermain di klub). Saya pribadi juga kangen dengan atmosfer dalam setiap pertandingannya," ucap Adixi.

"Namun, saya harus tunda dulu keinginan tersebut. Kalau lulus tahun depan, saya bisa kembali bermain di klub. Lagi pula karier untuk kiper kan biasanya lebih panjang," kata mantan kiper Persija melanjutkan.