Pelatih Martapura FC Kebingungan Atur Strategi di Piala Presiden

oleh Gatot Susetyo diperbarui 17 Jan 2018, 11:30 WIB
Pelatih Martapura FC, Isnan Ali, mengaku sempat kebingungan mengatur strategi untuk tim asuhannya di Piala Presiden 2018. (Bola.com/Robby Firly)

Bola.com, Tenggarong - Keputusan mundur dari Piala Presiden 2018 yang diambil Persipura Jayapura membuat pelatih Martapura FC, Isnan Ali, kebingungan mengatur strategi bagi tim asuhannya.

Apalagi setelah itu, perubahan jadwal berlangsung begitu cepat sehingga Isnan Ali harus mengubah pula strategi permainan bagi Qischil Gandrumini dkk.

"Jadwal pertama yang kami terima melawan Persipura. Setelah Kalteng Putra masuk menggantikan Persipura, saya mengubah strategi. Namun, saya harus mengganti taktik lagi karena ternyata laga perdana menghadapi tuan rumah Mitra Kukar," ungkap Isnan Ali.

Advertisement

Mantan bek kiri Timnas Indonesia itu mengaku baru tahu calon lawan di penyisihan Grup B saat tim Laskar Sultan Adam akan bertolak ke Tenggarong, venue penyisihan Grup B.

"Ya sudah, kami patuhi saja jadwal dari panitia penyelenggara Piala Presiden. Saya akhirnya memilih fokus pada permainan sendiri saja. Perkembangan di lapangan bisa menyesuaikan dengan permainan lawan," ujarnya.

Isnan Ali tak mempermasalahkan lagi perubahan jadwal tersebut. "Toh Martapura FC nanti menghadapi semua lawan di laga berikutnya. Akhirnya, saya memilih pemantapan cara bermain pemain," ucapnya.

Piala Presiden 2018 jadi ujian pertama bagi Isnan Ali sebagai pelatih kepala. Sebelumnya, ia berstatus asisten pelatih. Meski begitu, dia akan memberikan yang terbaik bagi publik Kabupaten Banjar.

"Saya akui tugas ini berat. Tapi, dukungan tim pelatih dan manajemen membuat saya optimistis menjalani tugas sebagai pelatih kepala Martapura FC," katanya.