Ultras PSG Teror Real Madrid

PSG tertinggal 1-3 dari Real Madrid pada 16 besar Liga Champions.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 06 Maret 2018, 19:04 WIB
Pemain PSG, Giovanni Lo Celso, Daniel Alves, Angel Di Maria, Yuri Berchiche dan Marco Verratti bercanda saat sesi latihan di pusat pelatihan Ooredoo di Saint-Germain-en-Laye, Paris, (5/3). PSG akan bertanding melawan Real Madrid. (AFP Photo/Franck Fife)

Jakarta Suporter garis keras Paris Saint Germain (PSG) mulai menebar teror terhadao Madrid. Mereka ingin menjatuhkan mental para pemain Los Blancos sebelum bertemu dengan tim kesayangannya di Parc des Princes, Selasa (6/3/2018) atau Rabu (7/3/2018) WIB.

Ultras PSG membuat suara gaduh di luar Hotel Collectioneur tempat pemain, pelatih, dan staf Real Madrid menginap.

Advertisement

AS Melaporkan, mereka datang ke lokasi Selasa pukul 01.30 dini hari waktu setempat. Selain menciptakan kebisingan, mereka juga menyalakan kembang api dan flare.

Kehadiran pendukung PSG tidak bertahan lama. Polisi tiba di lokasi kejadian tidak lama berserang. Mereka ditenggarai dipanggil petugas keamanan Los Blancos.

Tujuan suporter PSG tidak lain demi mengganggu waktu istirahat pasukan Zinedine Zidane. Mereka berharap teror tersebut dapat memengaruhi permainan Real Madrid.

Para pemain PSG bercanda saat mengikuti sesi latihan jelang menghadapi Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di pusat pelatihan Ooredoo di Saint-Germain-en-Laye, Paris, (5/3). (AFP Photo/Franck Fife)

PSG Timpang

PSG butuh segala bantuan demi membalikkan keadaan. Mereka menyerah 1-3 pada pertemuan pertama di Estadio Santiago Bernabeu, 14 Februari lalu.

Daya ledak tuan rumah juga berkurang menyusul cedera Neymar. PSG tidak bisa menurunkan pemain termahal dunia itu karena cedera patah tulang metatarsal.


Tetap Berjuang

Pemain dan pelatih Real Madrid berkumpul di lapangan jalang menghadapi Paris Saint Germain (PSG) di Stadion Parc des Princes di Paris, Prancis, Senin (5/3). (FRANCK FIFE/AFP)

Kubu PSG menegaskan akan tetap berjuang tanpa bantuan Neymar. Mereka juga berharap dukungan penonton dapat membantu tim membalikkan keadaan.

"Anda memainkan pertandingan dengan kepala dan hati Anda. Hati akan menjadi hal terpenting," kata Pelatih PSG Unai Emery, seperti dilansir ESPN.

"Dan kami akan bermain dengan 12 pemain besok hari, karena kami akan memiliki dukungan para penonton," paparnya.

Berita Terkait