Main Drone di Apartemen Ganggu Privasi, Rodri Dilaporkan ke Polisi oleh Tetangganya

Diduga terbangkan drone di dekat apartemen, Rodri dilaporkan ke polisi oleh tetangga.

Bola.com, Jakarta - Sejumlah tetangga gelandang Manchester City, Rodri, dilaporkan mengajukan keluhan kepada polisi setelah merasa privasi mereka terganggu oleh aktivitas drone yang diduga dioperasikan pemain asal Spanyol tersebut.

Rodri, pemenang Ballon d'Or 2024, diketahui tinggal di sebuah apartemen penthouse mewah di pusat kota.

Belakangan, sebuah video di TikTok menjadi viral setelah seorang perempuan mengeluhkan seorang pria yang disebut-sebut mirip Rodri menerbangkan drone di depan apartemennya.

Dalam rekaman itu terlihat seorang pria mengendalikan drone menggunakan sebuah kontroler dari lokasi yang tampak seperti balkon di kompleks CitySuites.

Laporan lanjutan dari The Sun menyebutkan bahwa sejumlah penghuni gedung merasa kesal dengan dugaan aktivitas tersebut. Mereka bahkan meminta pihak concierge untuk menyampaikan keluhan kepada pengelola gedung tempat Rodri tinggal di Salford, Greater Manchester.

Beberapa penghuni mengaku khawatir privasi mereka terganggu dan keluhan juga sempat disampaikan melalui grup WhatsApp penghuni gedung.

"Saya tinggal bersama pasangan saya di lantai yang tinggi, dan hal terakhir yang Anda bayangkan saat sedang menonton televisi adalah melihat drone melayang satu meter di luar jendela," kata satu di antara penghuni kepada The Sun.

"Istri saya sangat merasa tidak nyaman. Salah satu keuntungan tinggal di lantai tinggi adalah tidak ada orang yang bisa mengintip, tetapi sekarang kami merasa terganggu oleh Rodri dan dronenya," lanjutnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sesuai Aturan atau Tidak?

Selain soal rasa tidak nyaman, para penghuni mempertanyakan apakah penggunaan drone tersebut telah mematuhi aturan yang berlaku, termasuk kemungkinan adanya aktivitas perekaman gambar.

Karena itu, pihak kepolisian telah dihubungi dan disebut akan berbicara dengan pemain Timnas Spanyol tersebut.

Dalam pernyataan kepada The Sun, Kepolisian Greater Manchester menyatakan bahwa mereka telah menerima laporan tersebut.

"Kami menerima sebuah keluhan dan para petugas sedang melakukan penyelidikan," demikian pernyataan pihak kepolisian.

SPORTbible juga menyebut telah menghubungi Manchester City untuk meminta komentar terkait laporan tersebut.

Di Inggris, pengoperasian sebagian besar drone mengharuskan pengguna lulus tes teori daring dari Civil Aviation Authority (CAA). Selain itu, pengguna harus memiliki identitas tertentu tergantung jenis perangkat yang digunakan.

Terdapat pula sejumlah pembatasan terkait lokasi penerbangan drone serta jarak aman dari orang lain.

Terhindar dari Larangan Bermain

Di tengah kontroversi tersebut, Rodri sebelumnya juga menjadi sorotan karena komentar yang ia sampaikan mengenai wasit Liga Inggris setelah hasil imbang 2-2 Manchester City melawan Tottenham.

Dalam wawancara setelah pertandingan, ia menyatakan bahwa para wasit harus bersikap netral saat menyinggung sejumlah keputusan yang dinilai merugikan timnya.

Satu di antaranya adalah gol Tottenham yang tetap disahkan, meski Dominic Solanke dianggap melakukan pelanggaran terhadap Marc Guehi.

Akibat pernyataan itu, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mendakwanya karena dianggap membuat komentar yang menyiratkan bias dan/atau mempertanyakan integritas ofisial pertandingan.

Rodri akhirnya dijatuhi denda sebesar 80.000 paun. Namun, ia terhindar dari sanksi larangan bermain maupun denda tambahan setelah menunjukkan kerja sama dan mengakui kesalahannya.

Permintaan Maaf

Dalam pernyataan resmi, Rodri juga menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya yang ia sebut sebagai "pilihan kata yang kurang tepat".

"Saya ingin kembali meminta maaf atas komentar yang saya sampaikan dalam wawancara setelah pertandingan melawan Tottenham Hotspur pada 1 Februari 2026," kata pemain berusia 29 tahun itu.

"Saya sepenuhnya menyadari bahwa kata-kata saya, sebagaimana diucapkan saat itu, tidak pantas dan berada di bawah standar yang diharapkan dari seorang pemain profesional," imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menuduh adanya keberpihakan dari wasit.

"Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak berniat menyiratkan adanya bias atau mempertanyakan integritas para ofisial pertandingan. Saya selalu memiliki, dan tetap memiliki, rasa hormat yang besar kepada para wasit dan pekerjaan sulit yang mereka lakukan dalam situasi pertandingan yang cepat dan penuh tekanan," tuturnya.

Rodri menambahkan bahwa komentar tersebut muncul dalam kondisi emosional setelah hasil yang mengecewakan.

"Komentar saya disampaikan dalam momen frustrasi setelah hasil yang mengecewakan. Setelah saya renungkan kembali, saya menyadari bahwa kata-kata yang saya gunakan tidak tepat dan bisa ditafsirkan dengan cara yang sebenarnya tidak saya maksudkan," kata pemain berusia 29 tahun itu.

 

Sumber: Sportbible

Video Populer

Foto Populer