Rivalitas Septian David Maulana dan Egy Maulana di Timnas Indonesia

oleh Ario Yosia diperbarui 21 Mar 2018, 08:01 WIB
Pemain Timnas Indonesia U-23, Septian David Maulana merayakan gol ke gawang Suriah U-23 pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Rabu (16/11/2017). Indonesia kalah 2-3. (Bola.com/NIcklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Septian David Maulana jadi andalan Luis Milla di sektor gelandang serang. Pemain belia asal Mitra Kukar tersebut selalu dipanggil dan jadi pemain starter Timnas Indonesia sejak SEA Games 2017. Namun, posisinya belakangan terancam seiring meroketnya karier, Egy Maulana Vikri.

Egy yang baru saja dikontrak klub Polandia, Lechia Gdansk, tampil memesona di Timnas Indonesia U-19. Ia sempat jadi top scorer Piala AFF U-18 2017 dengan sumbangsih delapan gol.

Advertisement

Luis Milla yang kepincut dengan skill individu serta ketajaman Egy kemudian memberi promosi ke sang pemain. Egy yang kelahiran 7 Juli 2000 itu kini ikut diboyong dalam skuat Timnas Indonesia U-23 yang akan melakoni uji coba internasional melawan Singapura, Rabu (21/3/2018).

Septian sendiri mengaku menikmati peran sebagai gelandang serang di Tim Merah-Putih. Ia rela mengorbankan kesempatan bermain di luar negeri agar bisa jadi pilihan Luis Milla saat Asian Games 2018 nanti.

Sebelum ditangani Milla, Septian bermain di posisi gelandang sayap. Begitu digeser posisinya ke tengah, ketajaman pesepak bola asal Semarang itu melonjak.

Septian jadi pemain paling tajam di Timnas Indonesia U-22 saat ajang SEA Games 2017 lalu, dengan lesakkan tiga gol. Di sejumlah laga uji coba sepanjang tahun lalu Septian konsisten menjaga ketajaman.

Septian tahu kalau Egy Maulana Vikri bermain di posisi sama dengan dirinya.

"Saya melihat Coach Milla membutuhkan seorang pemain dengan level ketajaman yang sama dengan saya. Sosok itu ia temukan di Egy. Kami bermain tidak sebagai striker, tapi gelandang serang atau terkadang second striker serta penyerang lubang. Kami diposisikan menjadi pemain pemecah kebuntuan," ujar Septian saat kunjungan ke Redaksi Bola.com baru-baru ini.

 

 

 

 

 

2 dari 2 halaman

Bisa Bermain Sebagai Penyerang

Egy nantinya akan menggunakan nomor punggung 10, warisan dari eks penggawa tim nasional Polandia, Sebastian Mila. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Septian David Maulana tidak merasa tersaingi kehadiran Egy Maulana Vikri. Menurut kacamatanya Timnas Indonesia butuh memiliki kedalaman, terutama di posisi-posisi krusial.

Kehadiran Egy diyakini akan membuat kekuatan lini serang Timnas Indonesia level senior dan U-23 lebih bertaji.

"Egy pemain bagus. Kehadirannya akan sangat membantu. Soal keputusan pelatih memilih saya atau atau Egy tak menjadi soal. Prinsipnya pelatih tahu yang terbaik bagi tim," papar Septian.

Secara pribadi pemain kelahiran 2 September 1996 tersebut mengaku bakal bekerja keras buat memuaskan Luis Milla. 

"Coach Milla pelatih bagus, saya menikmati metode latihannya. Permainan saya sangat berkembang di tangan dia. Saya jadi pemain serbabisa, yang bisa bermain di beberapa posisi," ucap Septian.

Sejatinya Septian tidak perlu khawatir disaingi oleh Egy Maulana. Selain bisa menjadi gelandang serang, pemain asal Medan itu juga disiapkan Luis Milla sebagai penyerang bunglon.

Timnas Indonesia U-23 dinilai pelatih asal Spanyol itu tak punya striker haus gol. Dalam sejumlah uji coba Milla seringkali mencoba-coba kemampuan sejumlah pemain.

Yang terakhir ia kembali memanggil Ezra Wallian. Penyerang Almere FC, yang saat di SEA Games 2017 tak terlalu tajam.

Saat membela Timnas Indonesia U-19 era Indra Sjafri, Egy Maulana kerap dimainkan sebagai striker. Walau bertubuh mungil Egy terlihat bisa menjalankan peran sebagai target man. Ia tajam, cepat, dan berskill tinggi.

 

Berita Terkait