Kapten PSIS Menegaskan Bakal Curi Poin PSM di Makassar

oleh Abdi Satria diperbarui 24 Mar 2018, 15:15 WIB
Kapten PSIS, Haudi Abdillah, dalam sesi konferensi pers jelang laga PSM vs PSIS, Sabtu (24/3/2018). (Bola.com/Abdi Satria)

Bola.com, Makassar - Kapten PSIS Semarang, Haudi Abdillah, menegaskan PSIS datang ke Makassar bukan untuk wisata. Meski berstatus tim promosi, Laskar Mahesa Jenar siap mencuri poin saat dijamu PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, Minggu (25/3/2018).

"Saat ini kami sangat fokus mendapatkan poin di Makassar. Bagi kami, inilah momentum terbaik buat mengembalikan kejayaan PSIS," ujar Haudi pada jumpa media di Hotel Pesonna, Makassar, Sabtu (24/3/2018).

Menurut Haudi, dirinya dan rekan-rekan tidak lagi memikirkan kepergian Subangkit, pelatih PSIS yang meninggalkan tim setelah kontraknya diputus manajemen. "Sebagai pemain, tugas kami adalah tampil optimal di setiap pertandingan," lanjut Haudi.

Advertisement

Sementara itu Dwi Setiawan, carateker pelatih PSIS, menambahkan meski pelatih anyar Vincenzo Alberto Annese sudah bergabung sejak Jumat (23/3/2018), Mahesa Jenar tetap tampil dengan strategi yang biasa diterapkan Subangkit.

"Tidak ada perubahan strategi. Sepekan terakhir ini kami hanya mengembalikan motivasi pemain agar siap tampi di Liga 1 2018," ungkap Dwi.

Seperti Haudi, Dwi optimistis PSIS bakal menyulitkan PSM sekaligus mengintip peluang mencuri poin di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar.

Menurut Dwi, tim pelatih PSIS bermodalkan rekaman pertandingan PSM di Liga 1 2017 dan Piala Presiden. "PSM adalah tim dengan materi pemain yang merata. Jadi, kami tidak mewaspadai secara khusus pemain tertentu," tegas Dwi.

Dwi mengungkapkan skuatnya tidak akan terpengaruh dengan tekanan penonton dan atmosfer Stadion Andi Mattalatta Mattoangin. Menurutnya, mental pemain PSIS sudah terasah saat mengikuti Piala Presiden dan Piala Gubernur Kaltim.

"Saya percaya dengan pemain. Mereka sangat termotivasi tampil optimal pada laga perdana di Liga 1," pungkas Dwi mengakhiri pembicaraan.