Alasan Mosi Tidak Percaya untuk Asprov PSSI DIY

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 29 Jun 2018, 02:15 WIB
Ilustrasi - Apa yang menjadi alasan mosi tidak percaya dari kalangan anggota untuk Asprov PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta?

Bola.com, Yogyakarta - Asprov PSSI DIY mengalami masalah serius seusai dibekukan PSSI pusat. Pembekuan tersebut tak lepas dari kisruh internal yang menggerogoti hingga adanya mosi tidak percaya dari Forum Asosiasi Kota dan Asosiasi Kabupaten.

Ketua Umum Askab PSSI Sleman, Wahyudi Kurniawan, menjelaskan ada 11 dari total 18 anggota PSSI DIY yang menandatangani surat tidak percaya yang dikirimkan ke PSSI Pusat.

Menurutnya, anggota yang tanda tangan menilai pengurus Asprov terpilih tidak menjalankan amanat kongres untuk melengkapi kepengurusan yang berdampak pada tidak jalannya program kerja.

"Ada empat hal yang kami soroti dari kepengurusan Asprov PSSI DIY saat ini. Kami tidak memandang siapa ketua atau pengurus lainnya, tapi pengelolaan organisasinya tidak berjalan. Kami semua bingung mengurus sepak bola menjadi ribet seperti ini, akhirnya anggota berkumpul dan merumuskan empat keputusan kemudian mengirimkannya ke PSSI pusat," kata Wahyudi.

Advertisement

Kekecewaan 11 anggota yang meliputi empat Askab-Askot (kecuali Askab Bantul) dan klub seperti Persikup, Satria Adikarta, Sleman United, Gama FC, Persig Gunungkidul, Rajawali, dan FC UNY semakin memuncak ketika Asprov PSSI DIY memulai tahapan kompetisi Liga 3 dan Piala Soeratin yang dinilai bertolak belakang dengan regulasi PSSI Pusat.

Tahapan technical meeting hingga pengesahan pemain secara online menurutnya juga karut-marut kemudian diketahui kompetisi yang seharusnya dimulai pada 26 Juni 2018, dijalankan panpel yang anggotanya bukan pengurus Asprov PSSI DIY.

"Kepengurusan dan komitenya belum ada, kami sudah ingatkan beberapa kali tapi ternyata tidak ada tindak lanjut dari Asprov PSSI DIY. Di masa pendaftaran online Liga 3 yang ditutup 21 Juni kemarin pun, baru tiga tim yang meng-input, padahal seharusnya ada 10. Kami menilai belum siap menyelenggarakan Liga 3 dan Soeratin," jelasnya.

Ketua Askab PSSI Gunungkidul, Sabtuhari, menambahkan 11 anggota yang sebenarnya berpartisipasi dalam Liga 3 dan Piala Soeratin memutuskan untuk tidak hadir dalam agenda pertandingan yang sedianya dimulai 26 Juni 2018. "Kami memutuskan untuk menunda keikutsertaan dalam kompetisi," ucapnya.

Berita Terkait