Kemenangan Arema atas Persela Bukan Keberuntungan

oleh Iwan Setiawan diperbarui 07 Jul 2018, 19:30 WIB
Striker Arema, Dedik Setiawan (biru), saat melewati pemain Persela, Birul Walidain, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (7/7/2018). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Arema FC berhasil memetik tiga poin atas Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada pekan ke-14 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak, Sabtu sore (7/7/2018). Arema menang berkat gol tunggal yang dicetak Dedik Setiawan di menit ke-74.

Gol tersebut berbau keberuntungan karena prosesnya berasal dari kemelut. Bek Persela, Arif Satria, berniat membuang bola, tetapi justru membentur Dedik dan membuahkan gol kemenangan untuk Arema.

Pelatih Arema, Milan Petrovic, menegaskan kemenangan ini bukan sebuah keberuntungan mengingat pemainnya sudah berjuang sepanjang pertandingan.

"Dibandingkan beberapa pertandingan sebelumnya, hari ini kami bermain lebih baik. Meski tidak sempurna, pemain bisa berjuang dengan lari selama 90 menit," kata pelatih berpaspor Slovenia tersebut.

Aremania sebenarnya memiliki ekspektasi lebih tinggi, terutama dari segi permainan. Maklum, Milan sempat menjanjikan permainan cantik setelah libur lebaran.

Advertisement

Tetapi, untuk memperlihatkan performa yang menghibur ternyata tidak mudah. Penyebabnya, tentu jeda pertandingan yang terlalu lama.

"Tidak mudah bermain kembali setelah libur satu bulan. Tapi, tiga poin ini sudah bisa membuat kepuasan. Perlahan, permainan membaik dan posisi di klasemen juga ikut naik," imbuhnya.

Setelah kemenangan atas Persela, Arema sempat melejit lima tingkat ke urutan 10 klasemen sementara. Namun, posisi itu masih bisa tergeser lagi jika beberapa tim di bawahnya meraih poin pekan ini.

"Terpenting, kami perlahan bisa memperbaiki posisi dan tentunya juga performa tim. Khusus untuk pelatih fisik, Dusan Momcilovic, saya berterima kasih karena dia bisa membuat pemain berlari sepanjang pertandingan. Ini sebuah kemajuan. Sebelumnya, permainan tim selalu menurun pada babak kedua," jelas Milan.

Kini Arema fokus pada pertandingan selanjutnya yang dirasa berat, yakni melawan tuan rumah Barito Putera pada 11 Juli. Ini jadi pertandingan yang sulit. Selain jeda recovery pendek, Barito sedang garang dengan menjadi pemuncak klasemen sementara setelah menang di kandang Mitra Kukar (6/7/2018).