Piala AFF U-19 2018: Malaysia dan AFC Menunggu Laporan AFF terkait Insiden di Sidoarjo

oleh Aning Jati diperbarui 13 Jul 2018, 18:15 WIB
Pemain Timnas Malaysia U-19 mendapat perlindungan aparat keamanan saat menuju ruang ganti Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, seusai semifinal kontra Indonesia di semifinal Piala AFF U-19 2018 (12/7/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Kuala Lumpur - Pihak Malaysia memandang serius kejadian yang menimpa Timnas U-19 mereka di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis malam (12/7/2018). Seusai memastikan tiket ke final Piala AFF U-19 2018 dengan mengalahkan Indonesia dalam drama adu penalti, sejumlah oknum suporter tuan rumah melakukan pelemparan ke arah lapangan.

Padahal, saat itu pemain, tim pelatih, dan ofisial Timnas Malaysia U-19 masih berada di lapangan. Mereka tertahan setidaknya hingga 15 menit sebelum akhirnya masuk ke ruang ganti dengan penjagaan aparat keamanan.

Aksi tak simpatik itu disinyalir sebagai wujud ketidakpuasaan oknum suporter atas kekalahan Timnas Indonesia U-19. Selama ini, pertandingan yang dilakoni Timnas Indonesia yang melibatkan Malaysia, memang kerap panas.

Advertisement

Sekjen Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk Hamidin Mohd Amin, mengungkapkan pihaknya telah menghubungi Wakil Presiden FAM, Datuk Ab Ghani Hassan, yang juga menjabat manajer Timnas Malaysia U-19 dan saat ini berada di Surabaya untuk meminta penjelasan atas insiden yang terjadi. 

Selepas itu, FAM juga sudah mengontak Plt. Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. Datuk Hamidin Mohd Amin menuturkan, atas nama PSSI, Joko Driyono, telah meminta maaf atas insiden yang tidak diinginkan dan mencoreng nama Indonesia itu.

FAM menambahkan, sejauh ini pihaknya belum akan mengambil tindakan apapun, selain meminta jaminan keselamatan untuk atlet, tim pelatih, hingga ofisial selama berada di Indonesia dari pihak terkait di Indonesia, khususnya hingga usai partai final Piala AFF U-19 2018.

"Kami akan menunggu laporan pertandingan dari match commisioner dan wasit sebelum memutuskan tindakan lanjutan," kata Datuk Hamidin.

 

2 dari 2 halaman

AFC Menunggu AFF

Sementara Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang bermarkas di Malaysia, juga sudah mendengar perihal insiden di Sidoarjo ini. 

Sekjen AFC, Datuk Windsor Paul John, mengungkapkan kemungkinan adanya sanksi yang dijatuhkan kepada Indonesia dalam hal ini PSSI, mengacu pada laporan dan tindakan yang terlebih dulu diambil AFF.

"AFF punya komite kompetisi untuk turnamen ini, jadi kami harus menunggu laporan dan tindakan AFF atas insiden ini," kata Datuk Windsor Paul John.

"Kami juga menunggu tindakan AFF mengacu pada aturan kompetisi, dan setelah menerima laporan mereka, kami akan melakukan investigasi jika diperlukan," imbuhnya.

Wasit saat duel Malaysia vs Indonesia di semifinal Piala AFF U-19 2018 (12/7/2018) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, mendapat perlindungan dari aparat keamanan. (Bola.com/Aditya Wany)

Menjawab hal itu Sekjen AFF, Datuk Seri Azzuddin Ahmad, angkat bicara. "LOC sudah berjanji meningkatkan kualitas keamanan selama tim Malaysia bertanding dan berada di Indonesia. Tanggung jawab berada di bawah mereka, jadi mereka mencoba untuk memastikan insiden sama tak terulang lagi," kata Datuk Seri Azzuddin Ahmad.

"Apa pun itu, setiap keputusan atau bentuk hukuman berada di bawah yurisdiksi AFC karena pertandingan ini sudah disetujui pihak-pihak terkait," lanjut Datuk Seri Azzuddin Ahmad.

Timnas Malaysia U-19 masih akan tampil pada partai final Piala AFF U-19 2018 melawan Myanmar. Laga puncak ini dimainkan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu malam (14/7/2018).

Sumber: Harian Metro

Berita Terkait