Perseru Akan Bermain Seperti Persib saat Uji Coba Melawan Arema

oleh Iwan Setiawan diperbarui 01 Sep 2018, 05:30 WIB
Perseru Serui menang 3-1 atas Persebaya di Stadion Marora, Serui, Selasa sore (31/7/2018). (Dokumen Persebaya)

Bola.com, Malang - Perseru Serui boleh saja sekarang berada di papan bawah. Mereka menempati posisi ke-15 klasemen sementara Liga 1 bersama Bukalapak.

Namun, saat beruji coba melawan Arema FC pada Jumat (1/9/2018), mereka akan bermain ngotot. Pelatih Perseru, I Putu Gede menegaskan timnya bakal bermain seperti Persib Bandung. Tim yang sedang jadi pemuncak klasemen sementara Liga 1.

Advertisement

“Kami juga ingin bantu Arema. Mereka akan bermain melawan Persib di lanjutan Liga 1. Jadi kami akan coba bermain seperti Persib dalam ujicoba besok,” kata Putu Gede.

Karakter bermain seperti Persib dengan mengandalkan kecepatan pemain sayap dan ketajaman pemain depan juga disiapkan. Meski materi pemain yang dimiliki tidak setenar Persib, namun Putu Gede sudah menanamkan karakter bermain seperti Persib sebelum pertandingan lawan Arema.

Di lini depan, Perseru punya dua pemain asing. Yakni Silvio Escobar dan Beto de Paula. Sama seperti Persib yang mengandalkan duet Ezechiel Ndouassel dan Jonathan Bauman. Perseru juga punya pemain sayap cepat seperti Anis Nabar untuk menyuplai bola.

“Semua lini sudah kami siapkan dalam latihan. Uji coba nanti juga sekaligus melihat hasil dari pemusatan latihan di Malang,” lanjutnya.

Perseru sudah dua pekan melakukan pemusatan latihan di Malang. Kelemahan dalam hal produktivitas juga sudah teratasi. Dalam tiga pertandingan terakhir di Liga 1 (sebelum liburan) mereka sudah mencetak enam gol dalam tiga pertandingan.

“Persoalan produktivitas sudah teratasi. Tidak hanya faktor penambahan striker, Beto. Tapi juga ada gelandang seperti Marcinho yang bisa mengatur irama permainan,” jelas Putu.

Perseru kini fokus pada lini belakang. Perseru yang sempat jadi tim paling sedikit kebobolan kini sudah 21 gol yang bersarang di gawangnya. “Kami akan perbaiki lini belakang juga. Terutama saat proses transisi,” tegasnya.

Berita Terkait