Timnas Indonesia U-16: dari Bangkok, Jepang, Sidoarjo, hingga Malaysia demi Peru

oleh Aning Jati diperbarui 21 Sep 2018, 07:45 WIB
Sultan Zico dan Bagus Kahfi selebrasi bersama Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 2018. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Jakarta - Jumat (21/9/2018) menjadi hari yang dinanti Timnas Indonesia U-16. Pada hari ini, Tim Garuda Asia akan membuka asa tampil di Piala Dunia U-17 2019 yang digelar di Peru dengan bermain di Piala AFC U-16 2018.

Lawan pertama yang akan dihadapi di penyisihan grup Piala AFC U-16 2018 adalah Iran, kemudian Vietnam, dan menyusul India di partai terakhir. 

Advertisement

Setelah mengatasi tantangan di fase penyisihan grup, Indonesia "tinggal" menyisihkan satu laga lain untuk melaju ke semifinal. Di saat itulah, tiket bermain di Piala Dunia U-17 2019 bisa digenggam.

Namun, perjuangan mewujudkan ambisi itu tentu tak gampang. Sama halnya perjuangan Timnas Indonesia U-16 untuk memastikan tampil di putaran final.

Mendapat tiket berlaga di putaran final Piala AFC U-16 2018 saja sudah jadi prestasi apik untuk sepak bola usia muda Indonesia. Pasalnya, ini adalah keikutsertaan lagi Indonesia di kejuaraan Piala AFC U-16 sejak edisi terakhir pada 2010.

Jadi, setelah delapan tahun tak mengirim wakil ke putaran final dan absen pada edisi 2012, 2014, 2016, inilah kali pertama Indonesia kembali hadir di Piala AFC U-16.

Indonesia meraih satu dari 16 tiket tampil di putaran final Piala AFC U-16 2018 setelah melewati fase kualifikasi pada 2017.

Fase kualifikasi ini digelar 16-29 September 2017, di 10 kota penyelenggara, termasuk Indonesia yang jadi tuan rumah netral untuk Grup J.

Ada 45 negara ikut serta dalam kualifikasi, terbagi dalam 10 grup. Lima grup berisi masing-masing lima peserta dan lima grup masing-masing dihuni empat tim.

Timnas Indonesia U-16 ketika itu masuk ke Grup G bersama tuan rumah Thailand, Timor Leste, Laos, dan Kepulauan Mariana. Seluruh pertandingan digelar di Bangkok.

Timnas Indonesia U-16 berfoto bersama usai memastikan diri melangkah ke final turnamen Jenesys di Jepang, Minggu (11/3/2018). Tim asuhan Fakhri Husaini melangkah ke final usai menang 1-0 atas tim tuan rumah, Jepang. (Istimewa)
2 dari 3 halaman

Agresif

Tim Garuda Asia hampir sempurna di kualifikasi. Tim asuhan pelatih Fakhri Husaini menyapu bersih empat pertandingan dengan kemenangan. Total poin yang diperoleh, 12.

Tak sekadar menang, Timnas Indonesia U-16 ketika itu menorehkan catatan apik dalam hal agresivitas permainan. Total 25 gol dilesakkan dengan hanya kebobolan satu gol saja dari empat pertandingan.

Torehan 25 gol itu jadi yang ketiga terbanyak di bawah Jepang (35) dan Korea Utara (28). Jumlah itu datang dari kemenangan 18-0 atas Kepulauan Mariana Utara (16/9/2017), kemenangan 3-1 atas Timor Leste (18/9/2017), mengalahkan Thailand 1-0 (20/9/2017), dan menekuk Laos 3-0 (22/9/2017).

Penyerang Timnas Indonesia U-16, Sultan Diego Zico, keluar sebagai top scorer kualifikasi dengan koleksi 10 gol.

Timnas Indonesia U-16 pun melaju ke putaran final Piala AFC U-16 dengan status juara grup, ditemani Thailand yang berstatus runner-up Grup G.

Selepas memastikan tampil di putaran final Piala AFC U-16 2018, Tim Garuda Asia sempat direhatkan. Pemain dikembalikan ke daerah masing-masing.

Pada akhir Januari 2018, Timnas Indonesia menggelar pemusatan latihan. TC kembali digelar pada akhir Februari 2018, sebagai persiapan tampil di turnamen Piala Jenesys di Jepang pada 6-12 Maret 2018.

Pemain Timnas Indonesia U-16 merayakan juara Piala AFF U-16 2018 di Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (11/8/2018). (Bola.com/Aditya Wany)
3 dari 3 halaman

Modal Positif

Di saat itu, ada pemain baru yang dipanggil untuk menjalani seleksi, ada pula yang keluar karena terkait usia atau penampilannya tidak menunjukkan perkembangan.

Nama-nama penghuni Timnas Indonesia U-16 sekarang seperti Septian David, Komang Teguh Trisnanda, Brylian Aldama, Ernando Ari Sutaryadi, Amiruddin Bagas Kaffa sudah ada dalam daftar di Piala Jenesys.

Timnas Indonesia U-16 akhirnya menjuarai turnamen Piala Jenesys, yang diikuti 12 negara di Asia.  Di laga final, Tim Garuda Asia membungkam Vietnam 1-0.

Pada akhir April, Fakhri Husaini kembali mengumpulkan pemain dalam pemusatan latihan hingga medio Mei 2018. TC kembali digulirkan pada pekan terakhir Juni 2018 sebagai persiapan Piala AFF U-16 2018.

Berbagai uji coba yang digelar hingga jelang tampil di Piala AFF U-16 2018 cukup memberi manfaat. Bermain di Grup A pada penyisihan grup, Timnas Indonesia U-16 lagi-lagi mengakhiri seluruh pertandingan (lima laga) dengan catatan 100 persen kemenangan, memasukkan 21 gol dan kebobolan tiga gol.

Di semifinal, Amiruddin Bagas Kaffa dkk. menumbangkan Malaysia 1-0, dan di partai final, Timnas Indonesia U-16 mengalahkan Thailand 4-3 lewat adu penalti setelah bermain 1-1 di waktu normal.

Timnas Indonesia U-16 berhasil meraih gelar juara Piala AFF U-16 2018 di hadapan pendukung sendiri yang memadati Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, 11 Agustus 2018.

Hanya istirahat kurang dari dua pekan, pemain dikumpulkan pada akhir Agustus 2018 untuk kembali menjalani pemusatan latihan hingga pelaksanaan Piala AFC U-16 2018.

Perjalanan sepanjang satu tahun terakhir penuh pengalaman itu tentu diharapkan menjadi modal positif bagi pemain Timnas Indonesia U-16 saat berkiprah di Piala AFC U-16 2018. Tujuan utamanya jelas, yakni merebut tiket ke Piala Dunia U-17 2019.

Berita Terkait