PSMS Menang Besar, Pelatih Persebaya Menyebut Wasit Berat Sebelah

oleh Aditya Wany diperbarui 01 Des 2018, 22:55 WIB
Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Medan - Tren positif Persebaya pada Gojek Liga 1 bersama Bukalapak terhenti di tangan PSMS Medan. Duel pekan ke-33 itu berakhir 4-0 untuk PSMS di Stadion Teladan, Medan, Sabtu malam (1/12/2018).

Kekalahan ini menghentikan rekor empat kemenangan beruntun yang mereka catatkan. Empat gol tuan rumah disumbang oleh Alwi Slamat (15'), Frets Butuan (36'), Rachmat Hidayat (75'), dan Shohei Matsunaga (90').

Advertisement

Beberapa kali, asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro beberapa kali terlihat melakukan protes keras kepada wasit. Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman mengaku tidak puas dengan kepemimpinan wasit Fariq Hitaba.

"Wasit memimpin pertandingan tidak sesuai dengan harapan kami. Ada hal-hal yang saya lihat berat sebelah, saya menilai seperti itu. Wajar kalau kami melakukan protes karena merugikan kami," ucap pria yang akrab disapa Djanur.

Selain menghentikan tren positif, hasil ini juga meruapakan kekalahan terbesar yang diderita oleh Persebaya selama musim ini. Sebelumnya, kekalahan terbesar merela adalah saat takluk 1-3 dari Persipura Jayapura.

Meski demikian, Djanur menilai anak asuhnya memang sudah kalah sejak awal. PSMS mampu menekan sejak menit pertama dan itu membuat para pemain Persebaya kelabakan menghadapi tekanan awal.

"Kami tidak bisa main bagus dan mendapat tekanan, sehingga berada di bawah performa tim. Kami kalah start dan tidak keluar duluan. PSMS langsung menekan sektor kanan dieksploitasi," imbuh Djanur.

Kekalahan ini tidak mengubah posisi Persebaya menghuni peringkat keenam di klasemen sementara. Mereka tetap mengoleksi 47 poin dari 33 pertandingan yang sudah dimainkan.

Berita Terkait