Memprediksi 6 Nomor Cabang E-Sports SEA Games 2019 yang Diumumkan 15 Desember 2018

oleh Darojatun diperbarui 14 Des 2018, 17:13 WIB
Statistik di balik popularitas e-sports PUBG Mobile membuat nomor ini difavoritkan terpilih untuk SEA Games 2019.

Bola.com, Jakarta Sabtu (19/12/2018) adalah hari yang menjadi momen penting bagi para atlet e-sports di Indonesia. Ya, hari itu akan diumumkan secara resmi enam nomor e-sports SEA Games 2019 yang akan dipertandingkan. Sejumlah bocoran telah muncul tapi pihak Asosiasi E-Sports Indonesia (IeSPA) menolak berspekulasi dan tidak mau menerka-nerka nomor apa saja yang bakal dipanggungkan di Filipina tahun depan. Mungkinkah PUBG Mobile salah satu di antaranya?

Sebelumnya, sejumlah sumber di Kemenpora dan KONI telah menyebut-nyebut Mobile Legends: Bang Bang sebagai salah satu dari enam nomor yang kemungkinan mewarnai e-sports di SEA Games 2019. Pertimbangannya karena Mobile Legends memang sangat populer di kawasan Asia Tenggara seperti halnya Arena of Valor.

Sejumlah perwakilan komunitas e-sports di Indonesia pun mengklaim telah mendapatkan informasi dari kolega mereka di Filipina bahwa League of Legends dan Dota 2 sudah aman menempati slot untuk e-sports SEA Games 2019. Kabar terakhir ini pun masuk akal karena dua nomor tersebut adalah e-sports yang sangat populer di Filipina.

Advertisement

"Informasi yang saya terima simpang siur, tidak ada jaminan bahwa Mobile Legends sudah pasti dipertandingkan di SEA Games tahun depan. Sebaiknya kita tunggu sampai berita resmi diumumkan panitia lokal Filipina pada Sabtu besok," ujar ketua IeSPA, Eddy Lim, saat dihubungi Bola.com pada Jumat (18/12/2018).

Berbekal sejumlah statistik dan fakta, ada beberapa prediksi yang bisa ditawarkan saat ini. 

Ditambah dengan dasar informasi bahwa enam nomor yang akan dihelat pada SEA Games 2019 terdiri dari dua nomor PC, dua nomor mobile dan dua nomor untuk console, maka prediksi yang muncul adalah League of Legends (LOL) dan Dota 2 sebagai nomor PC, Mobile Legends: Bang Bang (ML) dan PUBG Mobile sebagai nomor mobile, serta terakhir adalah Pro Evolution Soccer (PES) dan NBA 2K19 sebagai nomor console.

Bila LOL dan Dota 2 populer di Filipina, serta ML santer dibicarakan di internal lembaga olahraga Indonesia dan Filipina, lalu apa alasan di balik prediksi seputar PES, NBA 2K19 dan PUBG Mobile?

 

2 dari 2 halaman

Mengapa PUBG Mobile Dijagokan?

PES dan NBA 2K19 dianggap mewakili versi digital dari real sports sehingga diharapkan menjadi jembatan antara olah raga tradisional dan e-sports di ajang SEA Games 2019. Selain itu Konami sebagai pengembang PES memang sudah melakukan lobi jangka panjang sejak mereka berhasil menembus event Asian Games 2018 untuk dapat memastikan kehadirannya kembali di Filipina tahun depan. 

NBA 2K19 yang sangat diminati di console PS4 disebut wajib muncul karena Filipina adalah negara penggemar cabang bola basket nomor 1 dunia di luar Amerika Serikat. Lalu pertanyaan terakhir, mengapa harus PUBG Mobile?

Well, PUBG Mobile yang dikembangkan Tencent adalah e-sports yang paling populer di dunia pada 2018. Hingga 30 November 2018, data yang dirilis Newzoo memperlihatkan bahwa nomor Player Unknown's Battle Grounds ini telah merebut market share sebesar 61,9% dalam hal jumlah downloads dan volume pembelian fitur-fitur di dalam apps. 

PUBG Mobile sangat dominan di dua platform utama operating system, baik iOS dan Android, dan kini Tencent juga akan menyusul dominasi ML yang dikembangkan Moonton karena naga-naganya di fase tiga bulan pertama 2019 akan dirilis PUBG Mobile Lite yang bakal dapat dimainkan di handset-handset murah dengan kapasitas memori rendah. 

Alhasil, tampilnya PUBG Mobile di SEA Games 2019 adalah sebuah kewajaran karena nomor itu juga merajai pasar mobile e-sports di seluruh Asia Tenggara, termasuk Filipina, lantaran sebelumnya telah lama populer di platform PC dan mudah menguasai pasar karena harga handset serta harga paket jaringan 4G kian terjangkau masyarakat. 

Sebuah riset terbaru yang dirilis Jana untuk Quartz membeberkan fakta bahwa 24,3% pengguna PUBG Mobile saat ini setidaknya bermain selama 8 jam sehari. Hal yang menarik, juga ditemukan fakta bahwa di India sekitar 46% pengguna nomor e-sports tersebut menggunakan fitur voice chat sebagai ajang silaturahmi di luar konteks gameplay.

Kita tunggu saja apakah benar prediksi berbasis data di atas soal PUBG Mobile, namun satu hal yang disayangkan adalah prediksi kuat bahwa tidak lagi munculnya dua nomor yang telah menjadi jalan Indonesia meraup 1 perak dan 1 emas di Asian Games 2018 lalu: Hearthstones (HS) dan Clash Royale (CR). Hendry Koentarto "Jothree" Handisurya (perak, HS) dan Ridel Yesaya "Benzer" Sumarandak (emas, CR) sebagai atlet andalan kita jelas masih berharap dua nomor e-sports tersebut kembali muncul di SEA Games 2019.