Betah di Timnas Inggris, Gareth Southgate Abaikan Manchester United

oleh Liputan6.com diperbarui 21 Jan 2019, 22:00 WIB
Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate menjadi salah satu kandidat manajer permanen Manchester United (MU). (AFP/Paul Ellis)

Jakarta - Gareth Southgate mencoba menenangkan rumor ketertarikan Manchester United pada dirinya. Pelatih Timnas Inggris itu dirumorkan menjadi salah satu kandidat manajer tetap Setan Merah.

Saat ini, Manchester United tengah dalam tren positif sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer. Namun, bagaimanapun Solskjaer adalah manajer interim, yang berarti MU harus mencari manajer permanen untuk memulai musim depan.

Advertisement

Status Solskjaer memang bisa ditingkatkan jadi maajer permanen, tapi tampaknya MU harus berjuang keras mewujudkan itu. Hal ini mengingat Solskjaer sebenarnya baru saja memperpanjang kontraknya bersama salah satu klub Norwegia, Molde.

Kondisi inilah yang memunculkan nama Southgate sebagai salah satu kandidat manajer tetap Manchester United.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

2 dari 3 halaman

Kehormatan

Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate. (AP/Natacha Pisarenko)

Southgate sudah membuktikan diri sebagai pelatih yang tepat untuk timnas Inggris. Dia sukses membawa Inggris mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan semifinal UEFA Nations League. Dia tengah terikat kontrak sampai Piala Dunia 2022.

"Saya adalah pelatih timnas Inggris dan mendapatkan posisi ini adalah kehormatan. Kami menjalani tahun terbaik dalam 28 tahun terakhir, dan kami berhasil mencapai semifinal [UNL] musim panas ini," kata Southgate di Sky Sports.

"Serta kompetisi Eropa [2020] yang terutama di Wembley, dengan syarat kami berhasil lolos kualifikasi."

"Jadi ini adalah masa-masa yang menarik untuk tim. Saya pikir kami belum berkembang semaksimal kemampuan kami, saya kira kami bisa bisa berkembang lagi," sambungnya.

3 dari 3 halaman

Pelatih Muda

Lebih lanjut, sebagai pelatih, Southgate merasa dia masih muda dan masih bisa mendulang banyak pengalaman. Baginya, salah satu hal terpenting dalam hidup adalah menikmati apa yang dia lakukan.

"Saya pikir salah satu kepentingan dalam hidup ini adalah menikmati apa yang Anda lakukan."

"Saya masih pelatih muda, saya baru menjalani kurang dari 200 pertandingan, jadi bagi saya adalah kehormatan bisa berada dalam peran ini, dan saya sangat menikmatinya," tutup dia.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini:

Berita Terkait