Timnas Indonesia Gagal Angkat Trofi FIFA Series 2026, Sumardji Tekankan Progres Positif Jay Idzes Cs

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, tetap melihat adanya perkembangan positif dari performa Timnas Indonesia dalam dua pertandingan FIFA Series 2026.

Bola.com, Jakarta - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, tetap melihat adanya perkembangan positif dari performa Timnas Indonesia dalam dua pertandingan FIFA Series 2026.

Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Bulgaria dengan skor tipis 0-1 pada laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026) malam WIB.

Gol semata wayang Bulgaria dicetak Marin Petkov melalui titik penalti pada menit ke-37, setelah wasit menilai Kevin Diks melakukan pelanggaran terhadap Zdravko Dimitrov setelah pengecekan VAR.

Kekalahan tersebut membuat skuad Garuda gagal mengangkat trofi FIFA Series 2026. Sebelumnya, armada John Herdman itu berhasil menumbangkan Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tetap Ada Peningkatan

Sumardji menilai penampilan Timnas Indonesia menunjukkan tren yang cukup positif, terutama dari sisi permainan secara keseluruhan.

"Saya kira kalau tadi saya melihat sudah cukup peningkatannya, cukup bagus ya. Namun, tentu dari semua itu kan perlu dievaluasi hal-hal mana yang memang perlu untuk ditingkatkan kembali," ujar Sumardji seusai laga.

Secara statistik, Jay Idzes dan kolega memang tampil dominan. Penguasaan bola mencapai 71 persen, jauh meninggalkan Bulgaria yang hanya membukukan 29 persen.

Selain itu, skuad Garuda juga unggul dalam jumlah operan dengan 569 passing dan 489 di antaranya akurat. Sementara Bulgaria mencatatkan 279 operan dengan 206 yang tepat sasaran.

Namun, efektivitas jadi pembeda. Indonesia cuma mampu melepaskan enam tembakan dengan satu yang mengarah ke gawang, sedangkan Bulgaria lebih klinis dengan sembilan percobaan dan empat tepat sasaran.

 

Soroti Chemistry Tim

Mantan manajer Timnas Indonesia tersebut secara khusus menyoroti pentingnya membangun chemistry antarpemain di bawah arahan pelatih asal Inggris itu. Menurutnya, kekompakan tim menjadi kunci utama.

"Terutama yang harus saya sampaikan kepada coach John adalah bagaimana membangun chemistry ini dengan tahapan-tahapan yang memang harus dijalankan," kata Sumardji.

"Karena jujur saja, kunci keberhasilan coach John dalam Timnas kita membawa anak-anak ini, perjalanan cukup panjang ini menuju ke Piala Dunia lolos 2030, itu adalah harus bisa membangun chemistry ini dengan betul-betul step by step dengan baik."

"Itu penting sekali. Ketika nanti chemistry dan hati para pemain semuanya bisa terambil oleh coach John, akan lebih memudahkan lagi coach John untuk meramu tim ini dengan sesuatu hal yang akan bisa lebih baik lagi," imbuhnya.

 

Agenda Terdekat Masih Dibahas

Terkait agenda terdekat Timnas Indonesia, Sumardji mengaku pihaknya masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemusatan latihan bagi pemain muda pada Mei mendatang.

"Ya, untuk jadwal itu tadi sempat sedikit saya berbicara, tetapi besok akan kami pastikan kembali jadwal yang kira-kira mendekati terdekat ini apa yang kita prioritaskan untuk tahun 2026 ini," jelasnya.

Satu hal pasti, Timnas Indonesia diharapkan mampu tampil lebih efektif pada agenda-agenda berikutnya, sekaligus menjaga tren permainan positif yang mulai terlihat di era kepemimpinan John Herdman.

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer