Curhat Dimas Drajad Mengenai Kondisi Sepak Bola Gresik

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 07 Mar 2019, 07:30 WIB
Pemain Timnas Indonesia U-22, Dimas Drajad saat latihan di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2). Latihan tersebut merupakan persiapan terakhir jelang mengikuti Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Gresik - Penyerang Timnas Indonesia U-22, Dimas Drajad, berharap Gresik kembali menjadi satu di antara barometer sepak bola di Jatim maupun Indonesia. Harapan itu muncul karena Dimas merasa prihatin dengan kondisi persepakbolaan Gresik yang tak kunjung bangkit setelah Petrokimia Putra bubar.

Gresik memang pernah memiliki Persegres Gresik yang menjadi representasi sepak bola Gresik di kancah nasional dengan Dimas menjadi bagian di dalamnya. Namun, seiring waktu, Persegres yang sempat berada di kasta tertinggi terus melorot. Bahkan saat ini Persegres hanya bermain di Liga 3.   

Advertisement

"Dulu saya punya angan-angan bisa bermain di kompetisi kasta tertinggi bersama tim kebanggaan daerah saya sendiri. Tapi, sekarang adik-adik saya tidak punya tim yang bisa dijadikan kebanggaan sekaligus harapan setelah berkarier di kompetisi amatir, tidak ada jenjang yang lebih tinggi," ujarnya.

Dimas berharap, sepak bola Gresik bisa segera bangkit dan kembali mewarnai kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sebab, sangat disayangkan Gresik tidak berada di kasta yang lebih baik dibanding sekarang lantaran banyaknya pemain muda bertalenta yang lahir dari Kota Pudak itu.

"Dari dulu Gresik memiliki banyak pemain hebat. Banyak pemain bintang yang lahir dari kota kelahiran saya, minimal pemain luar daerah, tapi membela klub Gresik. Tentu sangat disayangkan kalau kondisinya seperti sekarang," tuturnya.

Gresik memang tak pernah kehabisan stok pemain potensial dari tahun ke tahun. Saat ini, ada dua pemain asal Gresik yang menghuni skuat Timnas U-23, yakni Dimas, juga Satria Tama (kiper Timnas).     

Perasaan Dimas memang bercampur aduk ketika beberapa hari pulang ke Gresik setelah mengantar Timnas Indonesia U-22 menjuarai Piala AFF U-22 2019 di Kamboja.

Di satu sisi ia mendapat sambutan hangat dari Gubernur Jatim dan betapa besarnya animo masyarakat Gresik saat arak-arakan mengiringinya keliling Gresik, namun Dimas juga merasa prihatin melihat tim yang pernah ia huni hanya bermain di Liga 3. 

"Saya juga berharap, nanti ada pemain-pemain Gresik lain yang bisa terpilih di Timnas Indonesia. Saya yakin, kota ini tak pernah kehabisan talenta," katanya.

Berita Terkait