Penentuan Juara Premier League 2018-2019 Ada di Pekan Terakhir

oleh Harley Ikhsan diperbarui 27 Mar 2019, 17:50 WIB
Reaksi bek Manchester City Vincent Kompany sesaat setelah menekel striker Liverpool Mohamed Salah pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Kamis (3/1/2019). (AFP/Oli Scarff)

Jakarta - Liverpool dan Manchester City akan saling beradu kencang agar finis terdepan pada Premier League 2018-2019. Duo raksasa tersebut diprediksi bakal menjadi dua pelari cepat yang akan saling senggol demi posisi teratas pada akhir musim ini.

Sejak dimulai Agustus tahun lalu, persaingan di pentas Premiership menampilkan rivalitas sengit, termasuk Liverpool dan Manchester City. Muncul lima kandidat juara meski dua di antaranya, memiliki manajer baru. Chelsea, yang dipimpin Maurizio Sarri, sukses tidak terkalahkan pada 12 pertandingan awal. Mereka sempat membagi puncak klasemen bersama Manchester City dan Liverpool saat kompetisi memasuki putaran kedelapan.

Advertisement

Namun, The Blues perlahan tercecer, terutama setelah menderita tiga kekalahan di empat pertandingan pada Januari-Februari. Jangankan titel, Chelsea harus berjuang keras mengamankan tiket Liga Champions. Sedangkan Arsenal, dengan Unai Emery menggantikan Arsene Wenger yang 22 tahun berkuasa, tidak pernah tumbang pada 14 laga meski tumbang di dua partai pembuka. The Gunners hanya defisit dua nilai di belakang pemuncak tabel di pekan kesembilan.

Sayang, seperti Chelsea, durabilitas Arsenal tidak bertahan lama. Mereka kini tengah terlibat rivalitas memasuki empat besar. Kisah Tottenham Hotspur lain lagi. Walau tidak pernah menarik perhatian, Spurs sukses menjaga jarak di belakang Manchester City dan Liverpool. Mereka tertinggal enam nilai ketika berjalan setengah putaran.

Namun kembali, seperti dua rival sekota, anak asuh Mauricio Pochettino urung mempertahankan konsistensi dan terancam gagal lolos Liga Champions musim depan.

2 dari 2 halaman

Perjalanan Kandidat Juara

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp memeluk pelatih Manchester City, Pep Guardiola usai pertandingan lanjutan Liga Inggris di stadion Etihad (3/1). Manchester City berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor tipis 2-1. (AFP Photo/Oli Scarff)

Rivalitas pun menyisakan Manchester City dan Liverpool seiring melempemnya tiga tim asal London itu. Keduanya bergantian menguasai posisi teratas jelang paruh kampanye. Juara bertahan The Citizens kemudian terpeleset ketika tumbang tiga kali pada Desember.

Namun, pasukan Pep Guardiola mampu memangkas jarak usai membungkam Liverpool 2-1, 3 Januari lalu. Mereka juga terbantu Liverpool yang juga menjalani periode sulit. Setelah tidak terkalahkan di 20 laga awal, The Reds hanya bisa imbang empat kali dalam enam pertandingan.

Meski begitu, Liverpool mampu menjaga peluang dengan memenangkan dua partai teranyar. Mereka kini unggul dua nilai atas Manchester City meski bertanding sekali lebih banyak.

Menilik jadwal, Liverpool dalam posisi lebih baik. Mereka mesti meladeni Tottenham Hotspur dan Chelsea. Namun, dua partai itu berlangsung di kandang sendiri.

Sementara Manchester City mesti melawat ke markas Manchester United yang tengah bangkit bersama Ole Gunnar Solskjaer, selain juga menjamu Tottenham Hotspur di Etihad Stadium. "Juara Premier League musim ini akan ditentukan pada pekan terakhir," ungkap manajer Liverpool Jurgen Klopp, dilansir BBC.

Jika benar demikian, 2018/-2019 akan menjadi musim kedelapan sang juara ditentukan pada pertandingan penutup. Pemenang sebelumnya yang baru mengamankan titel di pekan penutup adalah Blackburn Rovers (1994/1995), Manchester United (1995/1996, 1998/1999, 2007/2008), Chelsea (2009/2010), dan Manchester City (2011/2012, 2013/2014).

 

Berita Terkait