Greysia / Apriyani Sabet Gelar India Terbuka 2019

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 31 Mar 2019, 16:53 WIB
Ganda putri Indonesia, Greysia Polii / Apriyani Rahayu. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Bola.com, New Delhi - Penantian ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, meraih gelar pertama pada 2019 akhirnya terwujud. Ganda peringkat lima dunia tersebut jadi kampiun setelah menundukkan pasangan Malaysia, Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean, dengan skor 21-11, 25-23, pada final di New Delhi, Minggu (31/3/2019). 

Kemenangan tersebut juga membuat Greysia/Apriyani mempertahankan gelar di India Terbuka. Tahun lalu mereka mendulang gelar setelah menundukkan ganda Thailand, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai, 21-18, 21-18.

Advertisement

Kans Greysia/Polii untuk merebut titel pertama pada 2019 di turnamen ini diprediksi terbuka lebar. Mereka berstatus unggulan pertama, sehingga sangat difavoritkan jadi pemenang. 

Selain itu, rival-rival berat mereka, terutama tiga ganda putri terbaik dunia asal Jepang, tidak turun di India Terbuka 2019. Praktis, lawan terbesar Greysia/Apriyani adalah diri mereka sendiri. 

Di final, Greysia/Apriyani berhasil membuktikan diri. Mereka bermain tenang dan tak banyak melakukan kesalahan sendiri sepanjang laga.

Gim pertama bahkan berlangsung cukup mudah. Pasangan Chow/Lee tak bisa memberikan perlawanan sengit, sehingga Greysia Polii/Apriyani Rahayu dengan mudah meraup poin demi poin. 

 

2 dari 2 halaman

Dongkrak Kepercayaan Diri

Gim kedua berjalan lebih alot. Chow/Lee mampu memberikan perlawan ngotot sehingga pertandingan harus dilesaikan melalui setting.

Setelah berjuang selama 52 menit,  Greysia/Apriyani akhirnya menyudahi perlawanan pasangan Malaysia tersebut sekaligus menyegel titel India Terbuka 2019. 

Bagi Greysia/Apriyani, gelar tersebut juga menjadi katalis untuk mendongkrak kepercayaan diri. Pelatih ganda putri pelatnas, Eng Hian, sebelum turnamen mengatakan tak meminta Greysia/Apriyani fokus pertahankan gelar. 

Dia malah meminta Greysia/Apriyani fokus mempertebal kepercayaan diri setelah mendulang hasil kurang meyakinkan dalam beberapa turnamen terakhir. 

 

Berita Terkait