3 Evaluasi Persebaya Menyongsong Leg Kedua Final Piala Presiden 2019

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 11 Apr 2019, 07:30 WIB
Persebaya Surabaya memerlukan kemenangan di leg kedua final Piala Presiden 2019 untuk memastikan gelar juara. (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya kehilangan momentum saat menjamu Arema FC pada leg pertama final Piala Presiden 2019 yang ditayangkan Indosiar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4/2019). Kehilangan poin maksimal di kandang, Persebaya tentu melakukan evaluasi.

Sempat unggul dua kali dalam pertandingan pertama final Piala Presiden 2019, Persebaya akhirnya malah ditahan imbang Arema FC dengan skor 2-2.  Persebaya membuka keunggulan lebih dulu via Irfan Jaya di menit ke-7, tapi Hendro Siswanto kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-33.

Advertisement

Bajul Ijo kembali unggul lewat penalti gol Damian Lizio pada menit ke-71. Namun, tujuh menit kemudian Makan Konate membuyarkan kemenangan Persebaya setelah tendangan bebas jarak jauhnya langsung mengoyak jala gawang Persebaya.

Untungnya, perjuangan Bajul Ijo di final Piala Presiden 2019 belum berakhir. Persebaya masih punya peluang untuk meraih gelar juara karena masih ada pertemuan kedua di markas Arema FC, Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Jumat (12/9/2019).

Jelang laga tandang ke Malang, Persebaya tentu berangkat dengan sejumlah persiapan dan evaluasi dari pertandingan pertama. Bola.com merangkum tiga evaluasi Persebaya untuk menyongsong leg kedua final Piala Presiden 2019.

2 dari 4 halaman

Evaluasi Lini Pertahanan

Gelandang Arema FC, Makan Konate, merayakan gol ke gawang Persebaya Surabaya pada laga final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Bola.com/Yoppy Renato)

Lini pertahanan Persebaya harus melakukan evaluasi total mengingat kebobolan dua gol dari Arema FC di leg pertama final Piala Presdien 2019 memang terjadi karena lemahnya koordinasi di lini tersebut.

Duet bek tengah Hansamu Yama dan Otavio Dutra mesti lebih konsentransi untuk menjaga pemain tim lawan.

Ketika Arema FC mencetak gol pertama via Hendro Siswanto, misalnya. Datang dari lini kedua setelah merebut bola dari Fandi Eko Utomo, Hendro berlari untuk memasuki kotak penalti Persebaya. Hanya dibayang-bayangi oleh Fandi Eko di belakang, pemain berusia 29 tahun itu berhasil menaklukan kiper Miswar Saputra dengan tendangan kerasnya.

 

3 dari 4 halaman

Penyegaran Penjaga Gawang

Kiper Persebaya Surabaya, Miswar Saputra. (Bola.com/Yoppy Renato)

Belakangan, penampilan Miswar Saputra di bawah mistar gawang Persebaya kerap disorot. Penampilannya masih belum konsisten dengan melakukan sejumlah kesalahan elementer.

Teraktual, Miswar Saputra gagal mengantisipasi tendangan bebas yang terbilang jauh dari Makan Konate. Maksud hati untuk memotong bola, kiper berusia 22 tahun itu malah ceroboh dengan meninggalkan gawangnya. Sepakan melengkung dari Konate pun berhasil menembus gawangnya.

Di bangku cadangan, Persebaya masih punya Abdul Rohim sebagai pelapis Miswar. Mantan kiper PSMS itu dapat dicoba oleh Djadjang Nurdjaman seiring menurunnya performa Miswar.

4 dari 4 halaman

Alternatif Lini Depan

Pemain Persebaya Surabaya merayakan gol yang dicetak oleh Irfan Jaya, ke gawang Arema FC pada laga final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (9/4). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Bola.com/Yoppy Renato)

Persebaya sangat mengandalkan lini depannya di Piala Presiden 2019. Dari 15 gol yang diciptakan sepanjang turnamen, 13 di antaranya berasal dari pemain bertipe menyerang.

Ke-13 gol tersebut bersumber dari Manuchehr Jalilov (5 gol), Amido Balde (4 gol), Irfan Jaya (2 gol), dan Damian Lizio (2 gol). Sementara itu, dua gol lainnya dibukukan oleh dua bek tengah Persebaya, Hansamu Yama dan Otavio Dutra.

Ketika ditahan imbang 2-2 oleh Arema FC pada leg pertama final Piala Presiden 2019, Irfan Jaya dan Damian Lizio mencatatkan namanya di papan skor setelah duet Jalilov dan Balde di lini depan terkunci oleh pemain bertahan Arema.

Untuk itu, Persebaya harus menyiapkan alternatif lain agar tidak terlalu mengandalkan lini serangnya untuk menjaringkan gol ke gawang Arema FC pada babak final leg kedua.