Tak Begitu Antusias, Herman Dzumafo Tetap Usung Harapan di Pemilu Presiden 2019

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 17 Apr 2019, 13:30 WIB
Striker Bhayangkara FC, Herman Dzumafo, memeluk Jajang Mulyana usai mengalahkan Persipura Jayapura pada laga Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Senin (18/11). Bhayangkara menang 2-0 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Herman Dzumafo Epandi biasa saja menyambut Pemilu Presiden 2019. Untuk pertama kalinya, pemain naturalisasi berdarah Kamerun tersebut menyalurkan hak suaranya di Pekanbaru, Riau, Rabu (17/4/2019).

"Antusiasnya biasa saja. Saya nyoblos di Pekanbaru. Ini baru pertama kali. Kalau untuk pilihan, sudah ada dong," ujar Dzumafo kepada Bola.com.

Advertisement

Dzumafo berganti kewarganegaraan dari Kamerun ke Indonesia pada 2017. Penyerang berusia 39 tahun ini telah menetap di Tanah Air sejak 12 tahun lalu.

Di Pemilu Presiden 2019, bomber Bhayangkara FC tersebut berharap presiden terpilih nantinya memberikan perhatian kepada sepak bola Indonesia. Kendati demikian, Dzumafo mengingatkan, tugas tersebut bukan hanya kewajiban pemerintah semata.

"Ya harapannya tetap jaga kemajuan sepak bola Indonesia. Walaupun sebenarnya bukan cuma dari dia, tapi dari diri kita juga," imbuh Dzumafo.

"Karena pemerintah tidak bisa kalau kita yang terlibat tidak bisa bantu. Jadi menurut saya, kita, mau pemain, wartawan, suporter, PSSI, PT LIB dan seluruh pecinta sepak bola Indonesia harus turun tangan," terang Dzumafo.

Sepanjang kariernya di Indonesia, Dzumafo pernah singgah di delapan klub. Di antaranya PSPS Pekanbaru, Arema FC, Persib Bandung, Sriwijaya FC sampai Bhayangkara FC.

Berita Terkait