Presiden La Liga Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA usai Piala Dunia 2026

Presiden La Liga Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA usai Piala Dunia 2026

Bola.com, Jakarta - Presiden La Liga, Javier Tebas, melontarkan kritik keras kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, setelah penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Bahkan, Tebas secara terbuka meminta Infantino mundur dari jabatannya.

Tebas hadir langsung menyaksikan final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, ketika Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 untuk merebut gelar juara dunia.

Namun, ia menilai banyak keputusan FIFA selama turnamen lebih mengutamakan kepentingan komersial dibanding sepak bola.

"Semuanya diatur FIFA sesuai keinginan mereka sendiri, bukan demi sepak bola. Jika mereka membutuhkan jeda 27 menit, mereka akan menciptakannya," ujar Tebas.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sorotan Kebijakan di Piala Dunia

Salah satu sorotan utamanya adalah aturan cooling break atau jeda hidrasi. Menurut Tebas, kebijakan tersebut tidak masuk akal karena sejumlah stadion tuan rumah menggunakan pendingin udara.

"Jeda hidrasi itu lelucon. Di La Liga kami hanya melakukannya saat cuaca benar-benar panas. Di stadion Dallas, Los Angeles, dan Atlanta justru saya harus mengenakan jaket karena dingin. Itu hanya alasan untuk menambah jeda iklan," tegasnya.

Tebas juga menyinggung kontroversi yang melibatkan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Ia menilai FIFA beruntung karena Amerika Serikat tersingkir oleh Belgia sehingga polemik tersebut tidak berkembang menjadi skandal yang lebih besar.

"Mereka beruntung Belgia menyingkirkan Amerika Serikat. Kalau tidak, bisa saja muncul skandal yang membuat Infantino kehilangan jabatannya. Kasus itu hanya puncak gunung es," katanya.

Sudah Waktunya Ganti

Di akhir pernyataannya, Tebas menegaskan sudah waktunya terjadi pergantian kepemimpinan di FIFA.

"Infantino harus pergi. Waktunya sudah habis. Namun, dia masih mendapat dukungan dari federasi-federasi nasional. Tidak ada kandidat yang mau maju karena sistemnya memang sudah bermasalah sejak awal," ujar Tebas.

Ia juga mengklaim banyak pihak di Amerika Serikat yang menyampaikan ketidaksetujuan terhadap cara Infantino memimpin FIFA selama Piala Dunia 2026.

Trilogi Sepak Bola Wanita
Trilogi Sepak Bola Wanita
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer