8 Fakta Menarik Final NBA 2019: Golden State Warriors Vs Toronto Raptors

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 29 Mei 2019, 22:00 WIB
Logo dan ilustrasi NBA. (AFP/Doug Pensinger)

Bola.com, Jakarta - Final NBA 2019 akan menghadirkan duel menarik antara Golden Warriors kontra Toronto Raptors, yang dimulai pada Jumat (31/5/2019) pagi WIB. 

Lolosnya Warriors tak terlalu mengejutkan karena sejak awal memang difavoritkan menjadi juara. Ini kali kelima secara beruntun Warriors melenggang ke partai final. 

Advertisement

Yang menarik adalah keberhasilan Raptors menjadi penantang Warriors. Bertolak belakang dengan Warriors yang sarat pengalaman tampil di final, Raptors bagaikan anak baru. 

Raptors baru sekali ini menembus final NBA dalam sejarah klub. Namun, justru itulah yang menjadi nilai lebih. 

Pertanyaan paling menarik yang sering mengemuka adalah mampukah Raptors menggebrak hegemoni Warriors. Jika bisa melakuknnya Raptors bukan hanya menciptakan sejarah, tapi juga akan dikenang karena menuliskan dongeng yang begitu indah. 

Di atas kertas, Golden State Warriors masih lebih difavorotkan. Namun, tak ada yang mustahil. Kans Raptors tetap terbuka. 

Berikut ini delapan fakta menarik pada Final NBA 2019 antara Golden State Warriors melawan Toronto Raptors. 

 

2 dari 2 halaman

Fakta Unik

- Raptors melaju ke Final NBA untuk kali pertama, menjadi finalis pertama dari luar Amerika Serikat.

- Golden State Warriors menyamai Boston Celtics menjadi satu-satunya tim yang bisa melaju ke final untuk lima kali beruntun. Warriors kini mengejar rekor Celtics menjadi satu-satunya tim yang bisa empat kali juara dalam lima tahun. Mereka berpeluang menjadi tim pertama yang menang tiga kali beruntun sejak LA Lakers pada 2000-2002.

- Jika bisa menjadi juara, Warriors akan meraih gelar juara untuk kali ketujuh. Mereka akan menyamai prestasi Chicago Bulls yang menempati posisi ketiga sebagai pemegang gelar juara NBA terbanyak. Celtics mengantongi 17 gelar juara, diikuti Lakers sebanyak 16 kali.

- Skuat Raptors menggambarkan keberagaman kota mereka, Toronto. Mereka punya pemain asal Inggris (OG Anunoby), Kanada (Chris Boucher), Spanyol (Marc Gasol), Republik Kongo (Serge Ibaka), dan Kamerun (Pascal Siakam). Presiden klub, Masai Ujiri berasal dari Nigeria.

- Jika Kevin Durant kembali dari cedera betis, itu akan menciptakan duel fenomenal melawan Kawhi Leonard. Banyak orang yang mendebatkan siapakah di antara Durant dan Leonard yang akan mendapatkan label sebagai pemain free agent dengan harga tertinggi pada musim panas ini.

- Kevin Durant dipastikan absen pada gim pertama Final NBA 2019 karena cedera. Jika bisa kembali turun, dia berkesempatan memenangi gelar Most Valuable Player Final NBA untuk kali ketiga beruntun. Pemain yang pernah mencatatkan raihan istimewa tersebut hanya Michael Jordan dan Shaquille O'Neal.

- Ayah Stephen Curry, Dell, pernah memperkuat Toronto Raptors selama tiga musim. Istri Curry, Ayesha, lahir dan tumbuh di Toronto. Pada usia 14 tahun dia baru pindah ke Charlotte dan bertemu Curry.

- Steve Kerr adalah pelatih pertama dalam sejarah NBA yang bisa selalu mencapai final dalam lima tahun beruntun awal kariernya. Dua juga bergabung dengan enam pelatih lain yang minimal telah mencapai lima laga Final NBA, yaitu Phil Jackson (13)), Red Auerbach (11), Pat Riley (9), John Kundla (6), Gregg Popovich (6), dan K.C. Jones (5).