Puluhan Warga Denmark Mencari Tiket Indonesia Open 2019, Panitia Kelabakan

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 27 Jun 2019, 14:00 WIB
Atlet Gloria Widjaja, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti, Ketua Panitia Pelaksana Achmad Budiharto, CEO Blibli.com Kusumo Martanto, Ketum PP PBSI Wiranto dan dan Atlet Marcus Gideon foto bersama usai konferensi pers, Jakarta, Rabu (26/6/2019). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Bola.com, Jakarta - Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Open 2019, Achmad Budiharto mengatakan, puluhan warga negara Denmark berencana menonton Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada 16-21 Juli 2019.

Budiharto telah menerima permintaan sekitar 40 penggemar bulutangkis asal Denmark. Sekumpulan warga negara asing tersebut juga jauh-jauh hari memesan tiket Indonesia Open 2019.

Advertisement

"Ada sekitar 40 orang Denmark yang ingin menonton Indonesia Open 2019. Pusing saya harus mengakomodasi," ujar Budiharto kepada wartawan.

"Akan terfasilitasi dengan baik untuk tamu-tamu yang hadir. Mereka beranggapan kalua tidak akan kesulitan mencari tiket. Padahal tiket langsung habis setelah satu jam dijual lewat situs daring," kata Budiharto.

Budiharto menilai wajar animo para penggemar bulutangkis dunia yang tertarik merasakan sensasi keseruan Indonesia Open 2019. Maklum, selain menjadi panggung pertarungan atlet kelas dunia, turnamen dengan hadiah total 1,25 juta dollar AS atau setara dengan Rp17,7 miliar ini akan dikemas dengan menarik untuk para penonton.

 

2 dari 2 halaman

Mengusung Konsep Sportainment

Blibli Indonesia Open 2019 kembali bergulir pada tahun ini. Turnamen dengan kategori Super 1000 itu akan digelar pada 16-21 Juli 2019 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. (Bola.com/Muhammad Adyaksa)

Mengusung konsep Sportainment, tampilan Indonesia Open 2019 akan berbeda dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Nantinya, Istora Senayan bakal diramaikan dengan food festival, yang menghadirkan beragam kuliner lokal, relax zone, art installation, dan pertunjukan musik.

“Kami memakai konsep sportainmet. Dengan Indonesia Open 2019 ini, yang pertama kali mengedepankan seperti ini,” jelas Budiharto.

“Kami mendapatkan apresiasi yang baik dari BWF. Jadi, kami ingin mau lebih baik lagi. Kami ingin menjadi satu destinasi wisata,” tuturnya.

Berita Terkait