Penyesalan Mendalam Federer Setelah Takluk dari Djokovic di Final Wimbledon 2019

oleh Jonathan Pandapotan Purba diperbarui 15 Jul 2019, 14:45 WIB
Roger Federer (AFP/ Saeed Khan)

London - Petenis asal Swiss, Roger Federer, tak bisa menutupi kekecewaan mendalamnya setelah gagal mengalahkan Novak Djokovic pada final Wimbledon 2019, Minggu (14/7/2019) waktu setempat. Dia menyesalkan telah membuang kesempatan emas pada laga tersebut.  

"Anda mungkin lebih merasa kecewa, sedih ketimbang marah. Saya tidak tahu apa yang saya rasakan sekarang. Saya cuma merasa ini seperti peluang luar biasa yang terlewatkan, saya tidak bisa mempercayainya," kata Federer di situs ATP.

Advertisement

Djokovic sukses mengalahkan Federer dalam pertarungan lima set dengan skor 7-6(7-5), 1-6, 7-6(7-4), 4-6, 13-12(7-3) di All England Lawn Tennis and Croquet Club, Minggu (14/7/2019) malam WIB. Pertandingan berlangsung selama 4 jam 57 menit. Ini menjadi final terlama dalam sejarah Grand Slam Wimbledon. 

Federer sempat mendapat match point di kedudukan 8-7 di set kelima saat unggul 40-15 ketika memegang servis. Namun, Federer justru gagal memanfaatkannya jadi kemenangan.

Pada kesempatan pertama, pukulan forehand Federer melebar. Pada akhirnya, servis Federer justru dipatahkan Djokovic dengan pukulan menyilang.

"Saya masih senang di kedudukan 8-8, 9-9. Saya tidak ingat itu. Anda harus coba melihat positifnya, Anda mencoba untuk melihatnya sebagai hal positif karena tidak ketinggalan satu break atau karena pertandingan belum selesai," ucap Roger Federer

 

2 dari 2 halaman

Penyesalan Mendalam

(Daniel LEAL-OLIVAS / AFP)

Penyesalan mendalam dirasakan oleh Federer. Ia tak percaya dirinya menyia-nyiakan kesempatan besar untuk menambah mengunci kemenangan.

"Andai saja saya bisa memenanginya sebelum pertandingan jadi 9-9 di set kelima, itu tidak akan buruk," kata dia. 

"Anda cuma selalu mencoba mendorong diri sendiri untuk melihat sisi positif dari segalanya. Tapi jelas rasanya berat sempat punya peluang itu," ucap Federer.