Marc Marquez Mengatur Strategi untuk Pertahankan Gelar Juara MotoGP

oleh Hesti Puji Lestari diperbarui 04 Sep 2019, 14:15 WIB
Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez akan memulai balapan MotoGP Jerman 2018 di Sirkuit Sachsenring. (Twitter/Repsol Honda)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengatakan fokus utamanya pada sisa seri MotoGP 2019 bukan lagi soal memenangkan balapan. Menurut Marquez, tujuan utamanya adalah menjadi Juara Dunia.

"Saya memiliki strategi yang berbeda. Tujuan saya sekarang bukan lagi untuk memenangkan perlombaan tapi untuk memenangkan gelar juara dunia," ujar Marquez mengutip Speedweek, Rabu (4/9/2019).

Advertisement

Marc Marquez tampil menyakinkan pada perhelatan MotoGP musim 2019. Dari 12 seri yang telah dilalui, ia berhasil mencatatakan 11 podium dengan enam kemenangan.

The Baby Alien kukuh di puncak klasemen sementara MotoGP 2019 dengan raihan 250 alias unggul 78 poin dari Andrea Dovizioso yang duduk di posisi dua klasemen.

Beberapa pengamat mengatakan, Marquez sudah menginjakkan satu kakinya menuju gelar juara MotoGP 2019. Jika tak ada insiden mengejutkan, sulit rasanya menjegal laju Marc Marquez menuju gelar juara dunia.

Sayangnya, dalam dua balapan terakhir, yakni di Austria dan Inggris, Marquez harus puas finis di posisi kedua. Ia dipencundangi rider Ducati, Andrea Dovizioso di Sirkuit Red Bull Ring dan Alex Rins di Sirkuit Silverstone.

Namun sekali lagi, fokus Marc Marquez adalah gelar juara dunia. "Apapun yang terjadi, saya telah memperpanjang keunggulan menuju gelar juara dunia dengan 20 poin," tambahnya.

 

2 dari 2 halaman

Kekalahan yang Menyakitkan

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, menjuarai MotoGP Prancis 2019 setelah menjadi yang tercepat. (AFP/Jean-Francois Monier)

Masih melansir sumber yang sama, Marc Marquez juga angkat bicara tentang perasaannya setelah kekalahan di Austria dan Inggris. Bagaimanapun juga, kekalahan adalah hal yang menyakitkan.

Namun, kekalahan dari Andrea Dovizioso menjadi satu di antara kekalahan yang paling memberi kesan. Pasalnya, rider andalan Ducati itu sempat diyakini jadi pesaing terberat Marquez musim ini.

"Di Austria mungkin terasa lebih menyakitkan. Namun saya juga merasa sakit saat kalah di Silverstone, apalagi, kekalahan itu terjadi dengan cara yang kurang lebih sama," tandasnya,

Sumber: Speedweek