Sorotan Tim Pelatih Ganda Putri Setelah Vietnam Terbuka 2019

oleh Aditya Wicaksono diperbarui 16 Sep 2019, 13:45 WIB
Ganda putri Indonesia, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, melaju ke perempat final Hong Kong Terbuka 2018, Kamis (15/11/2018). (PBSI)

Bola.com, Jakarta - Asisten pelatih ganda putri PBSI, Chafidz Yusuf, menilai masalah anak asuhnya masih kerap bersifat non-teknis. Karena itu Chafidz Yusuf berharap para ganda putri Indonesia bisa meningkatkan kepercayaan dirinya.

Indonesia meraih satu gelar pada Vietnam Terbuka 2019. Gelar tersebut diraih oleh Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris.

Advertisement

Rizki/Della naik podium pertama setelah mengalahkan pasangan China, Huang Jia/Zhang Shu Xian pada laga final. Ketenangan dan keyakinan di lapangan disebut sebagai kunci kemenangan Rizki/Della.

Namun, performa Rizki/Della tidak diikuti oleh rekan-rekannya yang lain.

"Penampilan Ketut/Tania kali ini boleh dibilang masih kurang konsisten, kadang bagus kadang hilang fokus, khususnya Tania yang sering kurang bisa membaca akan adanya perubahan pola lawan. Kedua pemain ini masih harus lebih diperhatikan lagi terutama pukulan yang harus safe," kata Chafidz soal penampilan Ketut/Tania.

"Fadia/Ribka pun kalau penampilannya secara teknis cukup bagus, cuma memang masih butuh waktu untuk lebih bisa kuasai faktor non-teknisnya, seperti misalnya masih kurang tenang di lapangan," ungkap Chafidz.

Selain itu, pasangan Yulfira Barkah/Agatha Imanuela teringskir setelah dikalahkan Ketut/Tania pada babak pertama Vietnam Terbuka 2019.

2 dari 2 halaman

Masalah Non-Teknis

Chafidz Yusuf mengemukakan hasil evaluasi yang menjadi kendala para atlet.

"Saya kira mereka semua ini yang harus lebih diperhatikan adalah masalah non-teknis. Sebetulnya ganda putri ini masalah besarnya kan ada di diri mereka sendiri. Pada saat di lapangan kami sebagai pelatih pun selalu mengingatkan dan memberikan arahan bagaimana cara mengatasi masalah non-teknis tersebut," ungkap Chafidz Yusuf.

Sumber: PBSI