Persebaya Tanpa Gol di Kandang, Wolfgang Pikal Tanggapi Santai

oleh Aditya Wany diperbarui 13 Okt 2019, 08:45 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya, Wolfgang Pikal. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya membukukan catatan baru setelah ditahan 0-0 oleh Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (11/10/2019). Untuk kali pertama, Persebaya gagal mencetak gol di kandang sendiri selama musim ini.

Fakta itu melahirkan tanda tanya buat Persebaya yang sebenarnya bermain agresif. Setidaknya, terdapat enam peluang yang mereka ciptakan dalam laga ini. Para pemain Persebaya juga mendapat porsi latihan penyelesaian menyerang dan skema bermain agresif sebelum laga.

Advertisement

Padahal, ini merupakan laga debut Wolfgang Pikal sebagai pelatih Persebaya setelah statusnya diresmikan. Pikal, menanggapi dengan santai kegagalan anak asuhnya membuat Bonek, suporter Persebaya, yang hadir bersorak merayakan gol.

“Saya pikir kami sudah selama satu minggu kami latihan menyerang lewat umpan silang. Artinya, kami harus terus latihan lagi. Ke depan kami akan latihan finishing lagi,” kata pelatih asal Austria tersebut.

Persebaya terlihat sangat berambisi untuk memenangkan pertandingan. Di ujung laga, Pikal meminta stoper Otavio Dutra bermain di depan untuk menambah kesempatan membobol gawang lawan. Opsi itu sangat berisiko buat timnya.

“Di pertandingan terakhir kami mengambil risiko besar. Kami memasukkan pemain ofensif dan kreatif seperti Rendi (Irwan). Pada 12 menit terakhir, kami menaruh Dutra di depan. Saya mau ambil risiko untuk menang di kandang,” ucap Pikal. 

Untungnya, Persebaya tidak kebobolan dalam situasi menyisakan tiga bek saja setelah Dutra membantu serangan. Pikal ingin mengingatkan bahwa timnya tampil tanpa kekutan penuh karena Hansamu Yama, Rachmat irianto, Mochammad Supriadi, dan Diogo Campos harus absen.

“Sebetulnya, di sini kami sudah mengambil risiko untuk memenangkan pertandingan. Ini kami lakukan tanpa empat pemain inti. Saya ingin bilang, saya bangga melihat penampilan Rendi dan kawan-kawan,” ucapnya.

Terlepas dari kegagalan mencetak gol, hasil imbang ini membuat Persebaya Surabaya sudah menjalani empat laga kandang terakhir tanpa kemenangan. Sebanyak 11 laga di GBT hanya tiga di antaranya yang berhasil dimenangkan oleh Bajul Ijo.

2 dari 2 halaman

Tetap Didukung Bonek

Borneo FC meraih hasil imbang kontra Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (11/10/2019) malam. (Bola.com/Aditya Wany)

Persebaya Surabaya sudah menjalani 11 laga kandang, artinya hanya tiga di antaranya saja yang berakhir kemenangan. Sejumlah nyanyian sindiran dilantunkan oleh Bonek diarahkan kepada Persebaya. 

“Saya lihat mungkin Bonek tidak terlalu kecewa. Sekarang, suporter sepak bola sudah lebih pintar sedikit, tidak cuma melihat hasil saja,” ucap pelatih asal Austria itu.

Bonek memang tidak melakukan kerusuhan dengan masuk ke lapangan setelah melihat tim kebanggaanya gagal menang lagi di Surabaya. Tapi, Bonek di tribune timur melempar botol ke arah lapangan saat laga berakhir.

Satu insiden yang kini mulai terjadi secara reguler adalah momen dikumandangkannya lagu Song for Pride setelah laga berakhir. Biasanya, Panpel Persebaya menyalakan anthem tersebut diikuti oleh Bonek seisi stadion. 

Tapi, Bonek mogok menyanyikan Song for Pride saat kemenangan tak dipersembahkan oleh Ruben Sanadi dkk. Tak terkecuali setelah ditahan 0-0 oleh Borneo FC.

Peristiwa ini sudah beberapa kali terjadi dan kian akrab bagi Stadion GBT tanpa lagu tersebut. Para pemain beserta pelatih Persebaya biasanya hanya menyanyikan sendiri sambil menatap Bonek yang memutuskan meninggalkan stadion. 

Pikal menilai timnya sudah bermain lebih baik dan sesuai gaya permainan meski gagal menang.

“Ada beberapa orang bicara sama saya, sekarang mainnya (skuat Persebaya) benar seperti Persebaya. Saya minta doa kepada Bonek dan semua suporter di sini supaya kami bisa melanjutkan lebih baik lagi,” ucap Pikal.

Persebaya kesulitan mendapat hasil maksimal mengingat tidak bisa menurunkan kekuatan penuh karena beberapa absen dengan berbagai alasan. Hal itulah, menurut Pikal, yang menjadi latar belakang kegagalan timnya menang. 

Berita Terkait