Simon McMenemy Akan Membebani Ketua PSSI Periode 2019-2023

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 16 Okt 2019, 21:30 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy meluapkan kekecewaan saat melawan Thailand pada laga Grup G Penyisihan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Utama GBK, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Indonesia kalah 0-3. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, disebut akan membebani Ketua Umum (Ketum) PSSI terpilih untuk periode 2019-2023 menyusul performa buruk timnya di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Refrizal mengatakan, kepengurusan PSSI yang sekarang tidak berani mencopot McMenemy dari kursi pelatih Timnas Indonesia. Pasalnya, waktunya berdekatan dengan Kongres Pemilihan PSSI pada 2 November 2019.

Advertisement

Saat kongres nanti, PSSI akan memiliki ketum baru. Saat ini, PSSI dipimpin oleh Iwan Budianto yang berstatus Pelaksana Tugas (Plt). Iwan, untuk kongres mendatang, hanya mendaftarkan diri sebagai wakil ketua umum.

"Kalau McMenemy tidak akan mundur, pasti dia akan menjadi beban untuk Ketum PSSI yang akan datang," ujar Refrizal ketika dihubungi Bola.com, Rabu (16/10/2019).

"Apalagi, kongres sebentar lagi digelar. Saya kira, Plt Ketum PSSI yang sekarang tidak berani mengambil keputusan mengenai masa depan McMenemy karena waktu kongres sebentar lagi," imbuh Refrizal.

2 dari 2 halaman

Baiknya McMenemy Mundur

Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, saat membimbing timnya menang 6-0 atas Vanuatu dalam laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/6/2019). (Bola.com/Yoppy Renato)

Baiknya, kata Refrizal, McMenemy mundur dari kursi pelatih Timnas Indonesia. Arsitek asal Skotlandia itu dinilai paling bertanggung jawab atas rentetan hasil buruk Evan Dimas dan kawan-kawan.

"Paling elegan untuk McMenemy itu dia mundur dan bicara dengan kepengurusan PSSI yang sekarang. Kalau tidak, dia akan menjadi beban. Dia bakal dievaluasi juga untuk Ketum PSSI yang akan datang," terang Refrizal.

Timnas Indonesia mencatatkan rekor buruk pada Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia setelah selalu kalah di empat laga yang dipertandingkan. "Ketum yang akan datang pasti ingin mencari pelatih yang terbaik juga," jelas Refrizal.

Berita Terkait