8 Besar Liga 2: Persik Keluhkan Lapangan, Martapura FC Tak Ideal

oleh Gatot Susetyo diperbarui 18 Nov 2019, 05:00 WIB
Persik akan bersua Martapura FC di laga terakhir babak 8 besar Liga 2 2019, Senin (18/11/2019). (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Palembang - Persik Kediri bakal melakoni partai hidup mati melawan Martapura FC pada pertandingan terakhir babak 8 besar Grup B Liga 2 2019 di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Senin (18/11/2019). 

Laga ini akan digelar bersamaan dengan Persita Tangerang yang meladeni PSMS Medan di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang. Dua pertandingan ini dilaksanakan serentak, karena ada tiga tim yang berpeluang sama lolos ke semifinal. 

Advertisement

Namun, kubu Persik Kediri mengeluhkan kondisi lapangan Bumi Sriwijaya yang bergelombang dan botak di beberapa bagian. 

"Permukaan lapangan kurang bagus. Kondisinya bergelombang sehingga bisa mengganggu alur bola saat pemain melakukan passing datar. Di depan gawang juga botak, tak ada rumputnya," kata Beny Kurniawan, Manajer Persik.

Beny pun mewanti-wanti pemain agar mengantisipasi kondisi lapangan ini saat bertanding. 

"Pemain Persik Kediri biasa main bola-bola datar. Tampaknya kali ini kami tak bisa sepenuhnya menerapkan permainan seperti itu. Saya sudah diskusi dengan pelatih dan pemain agar menyiasat kekurangan lapangan ini," ucapnya. 

2 dari 2 halaman

Kebugaran Pemain Bermasalah

Partai Persik kontra Martapura FC (26/6/ 2019) di Stadion Brawijaya, Kediri, yang disaksikan penonton misterius dari luar negeri. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Sementara, pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae, mengeluhkan kebugaran pemainnya. Dari 20 pemain yang diboyong ke Palembang, ada dua pemain yang mengalami cedera. 

"Kami tak bisa main full team. Tapi, kami tetap akan memberikan perlawanan sengit kepada Persik. Kami harus memenangi pertandingan terakhir untuk menjaga kehormatan tim," tutur Frans Sinatra. 

Saat ini Persik Kediri mengemas empat poin bersama PSMS. Peringkat ketiga ditempati Persita. Sedangkan Martapura FC tak berpeluang ke semifinal, karena mengalami kekalahan beruntun pada dua pertandingan awal.