Cerita Jurnalis Indonesia di SEA Games 2019 yang Sering Disangka Orang Filipina

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 08 Des 2019, 21:00 WIB
Jurnalis Indonesia yang meliput SEA Games 2019 di Filipina, termasuk Zulfirdaus Harahap dari Bola.com (paling kanan). (Istimewa)

Bola.com, Manila - SEA Games 2019 yang diselenggarakan di Filipina menyisakan cerita menarik yang menggelitik. Kali ini cerita hadir dari para peliput Indonesia yang kerap disangka sebagai penduduk asli Filipina.

Fakta berbicara, negara-negara yang berada di Kawasan ASEAN memiliki banyak persamaan. Satu di antaranya adalah kemiripan dari fisik masyarakatannya.

Advertisement

Kondisi geografis yang berdekatan membuat kemiripan itu ada di bentuk wajah masyarakat Indonesia dan Filipina. Apalagi, kedua negara tersebut sama-sama merupakan negara kepulauan.

Secara kasat mata, jika berkunjung ke Manila, Anda tentu tak akan merasa seperti di luar negeri. Mayoritas penduduknya mirip dengan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Kemiripan itu terlihat dari kulit sawo matang, rambut hitam, dan tinggi badan yang sedang. Jadi, jangan heran jika masyarakat Filipina tak menganggap Anda sebagai pelancong.

Hal itu dirasakan langsung oleh Bola.com dan para jurnalis asal Indonesia lainnya yang sedang bertugas meliput SEA Games 2019. Semua kegiatan berupa memesan makanan, sedang di taksi online, hingga dalam bertugas, masyarakat Filipina langsung melakukan komunikasi menggunakan bahasa Tagalog.

"Mohon maaf, saya kira Anda orang Filipina. Makanya tadi saya langsung memakai bahasa kami. Saya kaget ketika Anda meminta saya berbicara bahasa Inggris. Ternyata, Anda berasal dari Indonesia. Kita mirip ya," kata Sheen Morales Salamana, pengemudi taksi online yang membawa Bola.com dari Stadion Rizal Memorial, Sabtu (7/12/2019) malam.

Tak hanya dari segi bentuk wajah dan fisik, Indonesia ternyata juga memiliki tempat di hati masyarakat Filipina. Setiap kali menjawab asal Anda dari Indonesia, mereka biasanya langsung tersenyum dan berbicara ramah.

 

2 dari 3 halaman

Mirip dalam Segala Hal

Toko yang menjual pernak pernik SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Selain itu, kondisi kota di Filipina dan Indonesia pun mirip. Contohnya dari segi bangunan dan kemacetan di jalan raya yang terjadi pada jam pergi dan pulang kerja. Kondisi perekonomian kedua negara juga mirip di mana harga-harga yang ditawarkan tak jauh berbeda.

Serupa di Indonesia, masyarakat Filipina juga masih akrab menggunakan transportasi umum. Jika di Indonesia ada angkot, di Filipina ada kendaraan umum bernama Jeepney. Kedua transportasi itu sama-sama menawarkan tarif yang amat terjangkau.

Namun, Filipina boleh berbangga karena mayoritas penduduknya masih bisa berbicara bahasa Inggris meskipun pasif. Jadi, buat Anda yang memiliki rencana untuk datang ke Filipina, tak perlu khawatir. Berada di negara ini, Anda akan merasa seperi ada di negara sendiri.

Dari segi bahasa, ada banyak kosakata bahasa Indonesia dan tagalog yang mirip, bahkan sama. Contohnya, aku dalam bahasa tagalog ako, mahal dalam bahasa tagalog juga mahal, murah dalam bahasa tagalog mura, kanan dalam bahasa tagalog kanan.

Bahkan, ada beberapa kata dalam bahasa tagalog yang mirip bahasa Jawa. Misalnya, ayam dalam bahasa tagalog adalah manok. Kiri dalam bahasa tagalog kaliwa. 

 

3 dari 3 halaman

Berita Terkait