Nilmaizar Galau Menemani Persela Hadapi Semen Padang

oleh Aditya Wany diperbarui 20 Des 2019, 19:15 WIB
Nilmaizar, pelatih Persela. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Lamongan - Persela Lamongan dijadwalkan menjamu Semen Padang dalam laga pekan terakhir Shopee Liga 1 2019 di Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu (21/12/2019). Duel ini tidak menentukan apa pun, karena Persela dipastikan bertahan dan Semen Padang terdegradasi.

Tetapi, ada satu sosok yang menjadi perhatian dalam laga ini, yaitu Nilmaizar, pelatih Persela. Nilmaizar bisa dibilang merupakan legenda hidup Semen Padang. Dia pernah berkarier sebagai pemain dan pelatih di klub berjulukan Kabau Sirah itu.

Advertisement

Hati Nilmaizar agak gamang harus menghadapi Semen Padang. Apalagi, klub yang membesarkan namanya itu sudah dipastikan tidak tampil di Liga 1 musim depan. Sebaliknya, dia justru berhasil menyelamatkan Persela untuk tetap berkiprah di kasta tertinggi.

"Saya sulit bercerita mengenai hal ini. Di satu sisi, saya bangga tim Persela tidak degradasi. Di sisi lain, saya sedih Semen Padang harus turun. Bagaimanapun, saya dibesarkan oleh Semen Padang. Semen Padang adalah klub pertama yang saya latih," ucap Nilmaizar, Jumat (20/12/2019).

Pelatih asli Payakumbuh, Sumatra Barat, itu merasakan banyak momen penting dalam hidupnya bersama Semen Padang. Dia mengawali karier profesional bersama klub asal Ceko, Sparta Praha, pada 1990.

2 dari 2 halaman

100 Persen buat Persela

Nilmaizar, saat melatih Semen Padang. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Sepulang dari Eropa, Nilmaizar kemudian membela Semen Padang pada 1992-1997. Klub berikutnya yang dibelanya pun masih berbasis di kota yang sama, yaitu PSP Padang, pada 1997-1999.

Kariernya sebagai pelatih juga dimulai dengan menangani Semen Padang, tepatnya tim U-21 pada 2000-2003. Berikutnya dia menjadi asisten pelatih tim senior (2005-2010). Kesempatannya menjadi pelatih kepala Semen Padang terjadi dalam dua periode, pada 2010-2012 dan 2015-2017.

"Laga nanti mungkin suasananya beda, akan jadi pertandingan yang penuh dinamika buat saya. Tapi, saya akan berikan 100 persen untuk Persela. Semen Padang adalah tim pertama saya melatih, mudah-mudahan nanti mereka akan naik lagi," tuturnya.