MotoGP 2020: Cal Crutchlow Sudah Impikan Honda Sejak Lama

oleh Liputan6.comGregah Nurikhsani diperbarui 12 Jan 2020, 07:00 WIB
Aksi pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow. (Twitter/LCR Honda)

Jakarta - Cal Crutchlow dinilai sebagai salah satu pembalap yang punya pengalaman paling berharga di MotoGP karena ia pernah membela tiga pabrikan besar berbeda, yakni Yamaha, Ducati, dan Honda. Kepada MCN, Crutchlow pun menyebut mereka punya metode kerja yang berbeda.

Crutchlow pindah dari WorldSBK ke MotoGP dengan membela Monster Yamaha Tech 3 pada 2011-2013, meraih enam podium. Pada 2014, ia pindah ke Ducati Team, meraih satu podium. Meski cukup kompetitif, ia dan Ducati memilih mengakhiri kontrak setahun lebih awal.

Advertisement

Sejak 2015, ia pun pindah ke LCR Honda. Meski membela tim satelit, Crutchlow terikat kontrak langsung dengan Honda Racing Corporation (HRC), yang berarti ia merupakan rider berstatus pabrikan. Ia dapat spek RC213V terbaru dan terlibat langsung dalam pengembangannya.

"Mereka semua bekerja dengan cara yang berbeda. Mereka semua ingin menang, tapi cara melakukannya sungguh berbeda. Anda tak bisa bilang salah satu cara benar dan lainnya salah. Mereka bekerja dengan baik dan mampu menang," ujarnya, seperti yang dikutip Speedweek.

Ducati misalnya. Menurut Crutchlow, pabrikan Italia itu sangat fokus pada inovasi teknologi terbaru, terobsesi memiliki mesin yang sangat bertenaga. Di lain sisi, Yamaha justru dikenal dengan motornya yang lincah di tikungan dan bersahabat dengan berbagai gaya balap di ajang MotoGP.

2 dari 3 halaman

Filosofi Ducati

Cal Crutchlow, pembalap LCR Honda asal Inggris. (AFP/Javier Soriano)

"Ducati punya filosofi memamerkan semua teknologi mereka kepada dunia, dan juga ingin punya motor paling bertenaga. Yamaha sendiri hanya ingin motor yang mudah dikendarai semua pembalap," ungkap pembalap asal Inggris berusia 34 tahun ini.

Crutchlow pun punya penilaian sendiri soal Honda. "Honda lebih manual. Sebagai pembalap, Anda harus mengendarai Honda lebih gerakan aktif dan harus memberikan lebih banyak masukan. Atas alasan inilah Honda bekerja dengan baik," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Merasa Bangga

"Saya selalu ingin mengendarai motor pabrikan Honda, dan akhirnya mendapat kesempatan itu. Ini membuat saya merasa bangga bisa bekerja dengan HRC dan mengendarai salah satu motor yang selalu saya impikan," pungkas juara WorldSSP 2009 ini.

Selama membela LCR dan Honda di MotoGP, Crutchlow telah mengoleksi 12 podium, yang tiga di antaranya merupakan kemenangan, yakni di Ceko dan Australia pada 2016, serta Argentina pada 2018.

Saksikan video pilihan di bawah ini

 

 

Sumber asli: Speedweek

Disadur dari: Bola.net, liputan6 (Published 11/1/2020)