Saddil Ramdani Cerita tentang Aturan Disiplin Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 19 Feb 2020, 13:45 WIB
Pemain Timnas Indonesia U-23, Saddil Ramdani, mengirim umpan saat latihan di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (13/3). Latihan ini merupakan persiapan jelang Kualifikasi Piala AFC U-23. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Timnas Indonesia, Saddil Ramdani, mengakui Shin Tae-yong adalah pelatih dengan nilai kedisiplinan yang tinggi. Hal itu dirasakannya langsung selama pemusatan latihan Timnas Indonesia di Jakarta.

Saddil Ramdani menyebut Shin Tae-yong menerapkan aturan ketat buat para pemain selama pemusatan latihan Timnas Indonesia. Tak melulu soal makanan, aturan ketat yang diberikan juga mencakup jam tidur.

Advertisement

"Alhamdulillah, saya merasa senang berlatih di bawah asuhan Shin Tae-yong. Kami di sini dilatih dengan kediplinan, kejujuran, dan juga kerja keras," kata Saddil kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

"Kami dituntut bagaimana disiplin bangun pagi. Kemudian timbang badan. Makan antara jam sekian hingga jam sekian dan latihan sore dari jam sekian ke sekian," ujar Saddil Ramdani.

Timnas Indonesia sudah menggelar pemusatan latihan sejak 14 Februari 2020. Saddil menyebut sejauh ini fokus dalam sesi latihan adalah meningkatkan kemampuan fisik.

"Selama pemusatan latihan ini kami latihan hanya fokus di fisik. Jadi, setiap latihan harus kerja keras," tegas Saddil Ramdani.

Fokus peningkatan fisik yang digenjot Shin Tae-yong di Timnas Indonesia terasa wajar. Penyebabnya adalah kualitas fisik yang dimiliki para pemain biasanya tak bisa  optimal lebih dari 60 menit pertandingan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Enggan Membeda-bedakan

Gelandang Timnas Indonesia, Saddil Ramdani, menyapa suporter sebelum melawan Jepang pada laga Piala AFC U-19 di SUGBK, Jakarta, Minggu (28/10). Indonesia 0-2 dari Jepang. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Meski demikian, Saddil Ramdani, enggan membeda-bedakan sensasi latihan Shin Tae-yong dengan pelatih yang pernah mengasuhnya terdahulu di Timnas Indonesia. Menurut Saddil, setiap pelatih memiliki karakteristik dan metode latihan yang berbeda-beda.

"Saya tidak bisa membeda-bedakan mana yang bagus dan mana yang tidak. Setiap pelatih punya metode latihan tersendiri dan saya merasa senang, juga termotivasi, untuk berlatih dengan bagus," ujar pemain yang musim ini membela Bhayangkara FC itu.

Berita Terkait