Duel Pelatih Madura United Vs Barito Putera: Adu Strategi Teman Dekat

oleh Aditya Wany diperbarui 29 Feb 2020, 09:45 WIB
Shopee Liga 1 2020: Madura United vs Barito Putera. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Pamekasan - Rahmad Darmawan dan Djadjang Nurdjaman bakal saling berhadapan pekan pertama Shopee Liga 1 2020. Pelatih Madura United dan Barito Putera itu menemani timnya yang dijadwalkan berjumpa di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu malam (29/2/2020).

Dua pelatih lokal yang sarat prestasi selama ini dikenal sangat dekat. Sebelum masing-masing berkarier sebagai pelatih kepala, mereka pernah bekerja sama. Itu semua bermula saat mereka bahu membahu menangani Pelita Jaya dalam jajaran pelatih pada ISL 2011-2012.

Advertisement

“Awalnya kami memang kerja sama di Pelita Jaya itu. Saat itu, coach RD menjadi pelatih kepala, dan saya jadi asistennya,” ucap Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman.

Kedekatan mereka makin terjalin saat sama-sama mengikuti kursus kepelatihan AFC Pro. Saat melakoni modul kelima di Spanyol, pada awal 2019, keduanya memilih sekamar. Mereka saling bertukar pendapat dan berdiskusi.

Di luar urusan sepak bola, RD dan Djadjang Nurdjaman juga dekat. Saat di Spanyol misalnya, mereka kesulitan mencari masjid saat masuk waktu salat. Alhasil, keduanya memutuskan salat berjamaah di kamar.

Pelatih Barito Putra, Djadjang Nurdjaman, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (23/9/2019). Persija menang 1-0 atas Barito Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

“Kalau soal sekamar itu, sebenarnya bergantian. Saya bersahabat cukup dekat dengan RD. Salat bareng di Spanyol karena masjid jauh,” imbuh Djanur.

RD membenarkan cerita Djanur itu. Persahabatan mereka selalu terjalin sejak lama. Selisih usia yang hanya dua tahun, Djanur 54 tahun dan RD 52 tahun, membuat mereka mudah berkomunikasi. Termasuk soal cerita salat berjamaah akibat kesulitan mencari masjid di Spanyol. 

“Kami sama-sama suka jalan-jalan subuh. Sering bareng begitu di mana saja. Bahkan di Spanyol, Kang Djanur menjadi imam saya karena sulit mencari masjid. Secara personal, saya mengangap Kang Djanur itu saudara,” ucap RD.

“Sekarang ketemu di pertandingan, kami sama-sama tahu menjaga profesionalitas. Kami sering diskusi bersama. Saya respek sama Kang Djanur. Meski pernah jadi asisten saya, secara usia dia di atas saya,” imbuh pelatih berusia 52 tahun itu.

 

Video

2 dari 2 halaman

Sarat Pengalaman

Rahmad Darmawan resmi menjadi pelatih Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)

Kedua pelatih ini memiliki jejak rekam yang sangat impresif selama berkarier sebagai pelatih. RD pertama menjadi perhatian publik saat berhasil menjuarai Divisi Utama 2005 bersama Persipura Jayapura.

Selain itu, pelatih kelahiran Lampung itu juga pernah membawa Sriwijaya FC menjuarai Divisi Utama 2007 sekaligus hattrick Piala Indonesia dalam tiga edisi, yaitu 2007, 2008-2009, dan 2009-2010.

Sedangkan Djanur, meski lebih sedikit, juga tak kalah dengan membawa Persib Bandung meraih mahkota juara ISL 2014. Selain itu, pria kelahiran Majalengka itu juga meraih kampiun Piala Presiden 2015 bersama Persib.

Secara pengalaman, RD sebenarnya lebih kenyang. Selain Persipura Sriwijaya, dan Pelita Jaya, dia pernah menjadi pelatih kepala Persija, Timnas Indonesia U-23, Arema, Persebaya (kini Bhayangkara FC), T-Team, Mitra Kukar, dan terakhir Tira Persikabo.

Djanur terhitung telat menjadi pelatih kepala. Dia bertahun-tahun menjadi asisten pelatih Persib dan kemudian ke Pelita Jaya. Dia kemudian memulai karier sebagai nakhoda klub bersama Persib sejak 2013. Setelah itu, dia tercatat pernah menangani PSMS Medan, dan kini Persebaya.

Dengan catatan itu, keduanya sebenarnya sudah berpengalaman saling berhadapan bersama tim masing-masing. Seperti musim lalu saat RD bersama Sriwijaya dan Djanur memimpin PSMS di Piala Presiden 2018. Hasilnya Sriwijaya FC menang 2-0 di fase grup.

Lalu, mereka tercatat tiga kali bertemu selama 2019 bersama tim yang berbeda. Saat itu, RD menangani Tira Persikabo dan Djanur menukangi Persebaya. Hasilnya, Djanur mampu memenangi dua laga dan satu lagi berakhir seri.

Pertemuan Madura United dengan Barito Putera menjadi cerita baru dalam perjalanan karier keduanya sebagai pelatih. Keduanya sama-sama melakukan sejumlah perubahan komposisi untuk menatap musim baru.

Berita Terkait