Dua Opsi untuk Melanjutkan Proliga 2020

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 16 Mar 2020, 15:15 WIB
Logo Proliga 2020 (foto: https://www.instagram.com/jpevolley)

Bola.com, Jakarta - Wabah virus Corona di Indonesia, berpengaruh terhadap ajang olahraga. Beberapa federasi olahraga mulai menghentikan sementara kompetisi.

Sejumlah kompetisi, Indonesia Basketball League (IBL), sepak bola Liga 1 dan 2 juga resmi dihentikan setidaknya hingga dua pekan ke depan. Langkah ini menindaklanjuti arahan pemerintah dalam upaya pencegahan meluasnya virus Corona.

Advertisement

Sementara di kompetisi bola voli, Proliga 2020, sempat tersiar kabar bakal ikut dihentikan mulai hari ini, Senin (16/3/2020). Kini muncul wacana dua opsi untuk menyelesaikan Proliga yang telah memasuki fase akhir penyisihan.

"Melihat situasi yang berkembang saat ini terutama merebaknya virus corona. Ada wacanawa memindahkan final four ke Sentul bahkan sampai final dan tanpa penonton," kata Jubir Proliga Lutfi Sukri.

Proliga 2029 tinggal menyisakan fase final four dan grand final. Babak emoat besar akan digelar di dua kota, yakni Kediri (3-5 April) dan Solo (10-12 April). Sementara, grand final kembali dipusatkan di Yogyakarta pada 18-19 April.

Sementara, peluang Proliga 2020 digelar di Kota Solo cukup kecil mengingat di sana telah KLB Corona, sehingga pencegahan dan kewaspadaan sedang ditingkatkan. 

Video

2 dari 2 halaman

Jeda 2 Pekan

Pemain asing Surabaya Bhayangkara Samator Reidel Alfonso Gonzalez Toiran mencoba menipu pemain Jakarta Pertamina Energi pada seri kedua Proliga di GOR C'Tra Arena, Bandung, Jumat (6/3/2020). (foto: PBVSI)

Proliga 2020 telah menyelesaikan seri ketiga putaran kedua di GOR UNY, Yogyakarta, Minggu (15/3/2020). Tim putra Jakarta BNI 46 menyandang gelar juara putaran kedua setelah enaklukkan Jakarta Garuda (JGA) 3-1 (30-32, 26-24, 25-23, 25-19)

"Ada jeda dua pekan setelah berakhirnya fase penyisihan. Selama itu, akan ada pertimbangan melihat perkembangan yang ada. Harapan kami wabah segera berakhir dan semua kembali berjalan normal," jelas Lutfi Sukri.

Berita Terkait