PBSI Tunggu Jawaban BWF soal Usulan Penundaan Indonesia Open 2020

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 24 Mar 2020, 22:30 WIB
Chef de Mission Piala Sudirman, Achmad Budiharto, memberikan penjelasan saat perayaan ulang tahun PBSI dan pelepasan tim Piala Sudirman di Kantor PBSI Cipayung, Jakarta, Sabtu (6/5/2017). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto, mengatakan penyelenggara turnamen bulutangkis bergengsi Indonesia Open 2020 sudah mengajukan secara resmi usulan penundaan turnamen. Saat ini, PBSI masih menunggu jawaban dari Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). 

PBSI mengusulkan Indonesia Open 2020 ditunda karena pandemi virus corona belum menunjukkan tanda-tanda mereda. 

Advertisement

Turnamen berlabel BWF World Tour Super 1.000 tersebut seharusnya digelar pada 16-21 Juni 2020 di Istora Senayan, Jakarta. Achmad Budiharto mengatakan penyelenggara mengusulkan Indonesia Open 2020 diundur ke Januari, alias ditunda tiga bulan. 

"Pengajuan penundaan Indonesia Open 2020 sudah kami berikan ke BWF. Tapi, belum ada jawaban. Kami masih menunggu," kata Achmad Budiharto, saat dihubungi Bola.com, Selasa (24/3/2020). 

Budiharto mengatakan penundaan tak terelakkan lagi melihat perkembangan pandemi COVID-19, termasuk di Indonesia. Apalagi, Indonesia menerapkan kondisi darurat virus corona hingga akhir Mei 2020. 

"Setelah periode darurat virus corona di Indonesia, jarak menuju turnamen pada pertengahan Juni juga terlalu pendek. Kami juga belum tahu kondisinya juga seperti apa," kata Budiharto. 

"Selain itu kan masih harus melihat kondisi pandemi corona di dunia juga. Peserta Indonesia Open 2020 kan dari berbagai negara. Jadi, tergantung kondisi seperti virus corona di negara-negara lain," imbuh Budiharto. 

 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Siapkan Berbagai Skenario

Kemeriahan fans Indonesia saat menyaksikan Blilbli Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, (8/7/2018). Indonesia memborong dua gelar melalui Kevin/Marcus dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

PBSI harus menyiapkan segala skenario terkait penyelenggaraan Indonesia Open 2020. Federasi Bulutangkis Denmark selaku tuan rumah turnamen Piala Thomas dan Uber 2020 juga telah memutuskan menjadwal ulang kejuaraan yang sedianya dijadwalkan digelar pada 16-24 Mei menjadi 15-23 Agustus akibat pandemi virus corona.

Meski begitu, Budiharto mengakui wacana penundaan Indonesia Open 2020 juga bukan keputusan mudah karena mereka harus terlebih dulu mendapatkan izin dari induk cabang bulutangkis dunia BWF.

Melihat eskalasi virus corona di Indonesia yang semakin meningkat, Budiharto berharap tidak ada pembatalan pada turnamen level Super 1.000 itu. Komunikasi dengan pihak terkait termasuk Kemenpora terus dilakukan untuk arahan dan izin penyelenggaraan.