Bek Senior Bali United Keberatan Gaji Maret 2020 Dipotong

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 31 Mar 2020, 18:45 WIB
Pemain Bali United, Gunawan Dwi Cahyo, memamerkan jersey Bali United saat launching Shopee Liga 1 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (24/2). Sebanyak 18 klub pamerkan jersey untuk kompetisi Shopee Liga 1 2020. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Bek Bali United, Gunawan Dwi Cahyo, tidak sepenuhnya sepakat dengan keputusan PSSI yang mempersilakan setiap tim Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 untuk memotong gaji para pemainnya hingga 75 persen selama Maret-Juni 2020.

Gunawan berharap untuk bulan Maret, pemain mendapat gaji penuh.

Advertisement

Menurut Gunawan, para pemain sempat bertanding dan berlatih pada Maret 2020. Bahkan, kompetisi masih berlangsung hingga pekan ketiga dan beberapa klub tetap menggelar latihan saat PSSI menghentikan Shopee Liga 1 akibat wabah virus Corona.

"Kalau memang gaji dipotong tidak masalah. Cuma kalau dari Maret 2020, banyak pihak yang kurang setuju dengan PSSI. Karena kami pada bulan ini masih bertanding. Masih bekerja," ujar Gunawan.

Untuk April sampai Mei 2020, Gunawan setuju gajinya dipangkas. Pemain berusia 30 tahun ini mengerti dengan kondisi semua tim, termasuk Bali United, yang minim pemasukan selama kompetisi ditangguhkan.

"Kami pikir kurang tepat jika gaji Maret 2020 dipotong. Tapi kalau untuk April dan Mei mungkin masih bisa diterima," jelas Gunawan.

Video

2 dari 2 halaman

Keberatan dengan Gaji 25 Persen

Bek Bali United, Gunawan Dwi Cahyo, saat melawan Semen Padang pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Jawa Barat, Senin (11/3). Bali United menang 2-1 atas Semen Padang. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Gunawan cenderung keberatan jika para pemain hanya menerima 25 persen dari total penghasilannya selama sebulan. Mantan bek Persija Jakarta ini pun berharap persentasi tersebut bisa ditingkatkan lagi.

"Cuma, masih ada yang perlu dibicarakan lagi. Mungkin gaji tidak maksimal 25 persen atau bisa lebih besar lagi. Mungkin bisa dibicarakan dengan manajemen soal itu nantinya," tutur Gunawan.

"Kondisi saat ini tidak ada latihan dan kegiatan apapun. Kalau nanti memang ada pemotongan gaji, itu wajar karena klub juga tidak ada pemasukan," ujar Gunawan.

"Tapi kalau ketentuan PSSI seperti itu, kami ikuti dulu saja sambil komunikasi dengan manajemen. Pastinya, kondisi semua tim itu sama," imbuh pemain dengan koleksi dua gelar Liga 1 ini.

Berita Terkait