Berlatih Mandiri, Ini Program Khusus untuk Pebulutangkis Pelatnas PBSI

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 06 Apr 2020, 17:10 WIB
Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. (AFP/Fabrice Coffrini)

Bola.com, Jakarta - Pebulutangkis pelatnas PBSI Cipayung tetap harus menjaga kondisi tubuh meskipun program latihan belum berjalan normal karena wabah virus corona. Para atlet tetap mendapat program latihan khusus terutama untuk menjaga fisik meskipun saat ini berlatih mandiri. 

Pelatih fisik Pelatnas PBSI, Felix Ary Bayu Marta, mengatakan para pemain mendapat program latihan dari para pelatih fisik tiap sektor. Program tiap atlet berbeda dengan atlet lainnya, tergantung dengan kondisi dan kebutuhan si atlet tersebut.

Advertisement

Program latihan fisik mencakup latihan endurance (ketahanan), speed (kecepatan), strength (kekuatan), koordinasi gerak, dan sebagainya.

"Sekarang ada sesi lari, latihan sepeda dan bodyweight. Program latihannya sama, tidak ditambah dengan berkurangnya porsi latihan teknik, karena imbauannya tidak boleh terlalu capek," kata Felix, melalui rilis dari PBSI, Senin (6/4/2020). 

"Intensitas justru yang coba dinaikan, durasi atau volume latihan yang dikurangi," lanjutnya.

Felix memaparkan program latihan fisik tim pelatnas berbeda-beda setiap harinya. Misalnya hari ini, Senin, latihan berpusat pada peningkatan endurance seperti jogging selama 45 menit. Kemudian pada Selasa, Kamis dan Sabtu biasanya ada latihan gerakan dasar menggunakan bodyweight, core, koordinasi gerak serta strength training. Sedangkan pada Rabu dan Jumat para atlet melahap latihan kecepatan dan daya tahan.

Latihan-latihan ini tentunya disesuaikan dengan para pemainnya. Mereka yang perlu meningkatkan endurance atau speed, biasanya melahap porsi latihan yang telah diatur oleh sang pelatih. Para pelatih fisik juga terus berkoordinasi dengan pelatih teknik untuk mengevaluasi performa atlet selama di lapangan.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Harus Bertanggung Jawab

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. (dok. PBSI)

Felix mengatakan menurunnya intensitas latihan pasti membawa pengaruh bagi kondisi fisik atlet. Hal ini akan diikuti dengan menurunnya VO2 Max mereka. VO2 max adalah volume maksimal oksigen yang diproses oleh tubuh saat melakukan kegiatan intensif.

VO2 max merupakan parameter kebugaran seorang atlet yang nantinya memengaruhi tingkat intensitas dan ketahanan si atlet dalam berlari dalam waktu tertentu dan kecepatan tertentu.

"VO2 max akan turun itu pasti, tapi bagaimana kita jaga supaya turunnya tidak signifikan," ujar Felix. 

Felix juga berpesan kepada para atlet agar tetap disiplin menjaga kondisi fisik mereka selama masa seperti ini.

"Mereka harus punya kesadaran, profesi mereka itu adalah atlet, jadi harus ada tanggung jawabnya," imbuh Felix.