Curhat Mario Balotelli Kala Bercerita Tentang Premier League, Manchester City dan Liverpool

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 20 Apr 2020, 14:03 WIB
Selebrasi striker Manchester City Mario Balotelli bersama rekan-rekannya usai menjebol gawang Manchester United dalam lanjutan EPL di Old Trafford, 23 Oktober 2011. AFP PHOTO / ANDREW YATES

Bola.com, Jakarta - Mario Balotelli pernah berkarier di panggung Premier League. Ia masuk ke Manchester City pada musim panas 2010, atau setelah perhelatan Piala Dunia 2010. Saat memutuskan menanggalkan baju Inter Milan, banyak orang berharap sinarnya semakin terang di tanah Britania Raya.

Maklum, kala itu usia Mario Balotelli baru menginjak 20 tahun, dan sudah sanggup menghentak dunia internasional. Kualitas individu yang istimewa memberi sinyal kalau kariernya akan mulus di negeri Ratu Elizabeth.

Advertisement

Secara umum, Mario Balotelli sanggup memberi kontribusi positif bagi permainan Manchester City. Apalagi, setahun setelah bergabung, ia termasuk menjadi satu di antara aktor kunci keberhasilan The Citizens meraih trofi Premier League.

Satu di antara momen membekas di ingatan para fan Manchester Biru adalah laga terakhir 2011-2012. Saat itu, Mario Balotelli ikut serta dalam drama menegangkan ketika bersua Queens Park Rangers.

Sayang, permainan Mario Balotelli tak kunjung membaik dan seringkali menebar sisi kontroversial. Hal itu yang membuat manajemen Manchester City mengembalikan sang bintang muda ke Italia.

 

Curhat Super Mario

2 dari 2 halaman

Kembali Lagi

Mario Balotelli kala menjadi penggawa Manchester City.

Tak lama, Mario Balotelli kembali lagi ke Premiership. Kali ini, Liverpool menjadi dermaga Super Mario. Namun, ia juga gagal menunjukkan kapasitasnya. Walhasil, pada edisi kedua di Inggris, psepak bola yang kini berusia 29 tahun tersebut bisa dianggap gagal.

Namun, kegagalan tersebut tak mengurangi banyak cerita yang terpendam dari seorang Mario Balotelli. Berikut ini beberapa curhat-an pemain berpostur 190 cm tersebut.

Berita Terkait