Usia 15 Tahun Pernah Tolak Barcelona, Mario Balotelli Tak Menyesal

oleh Hendry Wibowo diperbarui 01 Mei 2020, 13:45 WIB
Mario Balotelli merayakan golnya ke gawang Lazio. Sayang, pada laga yang digelar Minggu (5/1/2020) waktu setempat, Brescia takluk 1-2. (Dok. Brescia)

Bola.com, Jakarta - Penyerang Brescia, Mario Balotelli pernah menolak tawaran bergabung dengan Barcelona. Namun, Balotelli mengaku tak pernah menyesali keputusannya tersebut.

Balotelli memulai karier sepak bolanya di akademi sepakbola Lumizzane. Ketika berusia 15 tahun, Balotelli mendapat tawaran untuk bergabung dengan Barcelona

Advertisement

Meskipun begitu, Balotelli memutuskan untuk tidak menerima tawaran raksasa Spanyol tersebut. Ia lebih memilih meneken kontrak dengan Inter pada tahun 2007.

Balotelli kemudian memperkuat Inter selama tiga tahun. Di Inter, Super Mario berhasil memenangkan tiga gelar Serie A, satu Coppa Italia, satu Piala Super Italia dan satu Liga Champions.

----------

Kabar Ramadhan: Mau Buka Puasa Bareng Artis?

Gabung KapanLagi Buka Bareng, event buka puasa online bersama 1000 orang, artis dan live musik. Caranya? Daftar dulu di sini, dan isi data diri kamu. Semuanya GRATIS. Baca panduan lengkap di sini.

----------

Balotelli mengaku tak pernah menyesal menolak Barcelona dan bergabung dengan Inter. Pasalnya, Balotelli bisa memenangkan banyak gelar selama membela Nerazzurri.

"Apakah saya menyesal tidak pergi ke Barcelona? Tidak, saya memenangkan hampir semua hal dengan Inter, lalu kami mengalahkan mereka di semi final Liga Champions pada tahun kami memenangkannya," kata Balotelli seperti dilansir Sempre Inter.

"Kami berbicara tentang dua klub top tetapi pergi ke Nerazzurri adalah pilihan yang tepat," tambahnya.

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Bela Milan

Pemain Brescia, Mario Balotelli. (AFP/Marco Bertorello)

Balotelli pernah membela AC Milan, yang sejatinya adalah rival abadi Inter. Pemain 29 tahun itu pun menceritakan proses kepindahannya ke San Siro.

“Adriano Galliani menginginkan saya di Milan. Setelah Manchester City, saya akan ke Juve dan tidak masalah dengan itu, tetapi kemudian Galliani menghalanginya dan ketika saya mendengar Milan terlibat, saya lepas kendali," lanjutnya.

“Seperti yang Anda tahu, saya adalah penggemar Milan, jadi saya mengikuti kata hati saya. Pada saat itu, Milan berada di urutan ketujuh atau kedelapan, jadi akan lebih pintar bagi saya untuk pergi ke Juventus, tetapi saya memiliki Milan di hati saya," serunya.

“Sejujurnya, saya juga mencintai Inter. Juve akan menjadi pilihan praktis dan saya memang memikirkannya, tetapi kemudian saya memilih dengan hati saya."

Sumber asli: Sempre Inter

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta, Published 1/5/2020)

Berita Terkait