Bos Besar Ducati Ungkap Cara Putus Dominasi Marc Marquez di MotoGP

oleh Hendry Wibowo diperbarui 06 Mei 2020, 09:30 WIB
CEO Ducati, Claudio Domenicali, menyebut perjalanan MotoGP 2019 masih sangat panjang dan Andrea Dovizioso masih bisa mengeluarkan penampilan terbaiknya. (AFP/Karim Jaafar)

Bola.com, Bologna - Marc Marquez punya catatan fantastis di MotoGP. Tercatat sejak gagal juara dunia musim 2015, ia tak pernah kehilangan gelar.

Artinya kini Marc Marquez berstatus juara dunia MotoGP pada empat musim berturut-turut. Ketika meraih gelar tahun lalu, ia bahkan punya rekam jejak mentereng.

Advertisement

Bagaimana tidak, ia hanya gagal sekali finis. Di luar itu, pembalap Repsol Honda ini selalu finis 1-2.

Apakah tidak ada pembalap yang bisa memutus dominasi Marquez? Bagaimana cara mengalahkannya? Bos besar Ducati, Claudio Domenicali pun punya caranya.

Menurutnya dalam satu musim MotoGP, seorang pembalap harus bisa menempel ketat Marquez di setiap putarannya. Hal ini sudah dikatakan Domenicali kepada pembalap Ducati, Andrea Dovizioso.

"Kami dan Dovi telah membicarakan tentang hal ini. Anda harus menempel ketat Marc Marquez. Jangan biarkan dia mempunyai ruang," kata Domenicali.

"Melajulah secepat mungkin agar bisa mengambil keuntungan dari setiap kesalahan kecil yang dilakukannya," lanjutnya.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Sudah Terbukti

Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso (kanan), berselebrasi dengan Marc Marquez setelah balapan MotoGP Aragon, Minggu (22/9/2019). (AFP/Javier Soriano)

Cara yang diungkapkan Domenicali sebenarnya terbukti jitu pada musim 2015. Kala itu Marc Marquez tertekan dengan kekuatan duo Yamaha: Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo sehingga banyak melakukan kesalahan plus berujung gagal juara.

Dovizioso sendiri nyaris melakukannya di musim 2017. Saat itu dengan jumlah enam kemenangan, Dovi sukses memaksa Marquez bersaing jadi juara dunia sampai lomba terakhir.

Sayangnya di musim 2018-2019, meski berstatus runner-up, Dovi gagal menempel ketat Marquez di setiap lomba. Sang rival bahkan sudah mengunci gelar sebelum putaran terakhir.

Sumber: Crash.net

Berita Terkait