4 Rahasia Kesuksesan Pasangan Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir di Pentas Bulutangkis Dunia

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 18 Mei 2020, 13:45 WIB
Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir merayakan kemenangan usai meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 setelah mengalahkan Peng Soon Chan dan Liu Ying Goh dari Malaysia.(AP/Mark Humphrey)

Bola.com, Jakarta - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merupakan satu di antara ganda campuran terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Puncak pencapaian mereka tersaji saat menyabet medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. 

Tak mudah mencari pasangan yang benar-benar kompak dan sehati, serta bisa saling bahu-membahu di lapangan. Pasangan Tontowi dan Liliyana pun tak selalu menikmati perjalanan yang mulus. Kisah mereka sebagai pasangan di lapangan juga diwarnai kerikil-kerikil kecil maupun besar. 

Advertisement

Liliyana Natsir lebih dulu undur diri dari kancah bulutangkis pada Januari 2019. Setelah itu Tontowi masih melanjutkan karier dan sempat berpasangan dengan beberapa pemain yang berbeda. 

Tontowi Ahmad akhirnya menyusul Liliyana dan memutuskan gantung raket pada Senin (18/5/2020). 

Bagi Liliyana Natsir, pasang surut seperti itu merupakan sesuatu yang wajar. Resep kesuksesan kerja sama di lapangan bukanlah tentang mencari pasangan yang sempurna, tapi menerima setiap hubungan pasti bermasalah, dan kemudian mencari solusi terbaik. 

"Dalam sebuah kerja sama, selalu ada elemen pahit-manis. Tentu saja selalu ada kesalahpahaman. Tapi, kami harus menanggalkan ego untuk mencapai hasil maksimal," kata Liliyana dalam wawancara dengan olympic.org pada 2019. 

"Hal lainnya, ketika kalah, kami jangan menyalahkan satu sama lain. Yang terpenting adalah kami berusaha saling memahami. Berkomunikasi dengan baik di lapangan juga suatu keharusan," imbuh Butet, sapaan akrab Liliyana Natsir. 

Selain medali emas Olimpiade, Tontowi/Liliyana juga meraih banyak gelar bergengsi lainnya. Sebut saja tiga titel All England, dua medali emas Kejuaraan Dunia, dan titel Indonesia Open. 

Semua gelar bergengsi tersebut tak datang begitu saja. Liliyana menyatakan mereka harus mau bekerja keras dan berdedikasi. Liliyana pun menyebutkan empat rahasia kesuksesan dirinya dan Tontowi Ahmad

"Yang membuat kami sukses adalah disiplin dan kerja keras. Tak pernah menyerah dan selalu lapar menjadi juara," kata Liliyana Natsir.  

 

2 dari 2 halaman

Kenangan Tak Terlupakan di Rio de Janeiro

Ekspresi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sesaat setelah memastikan kemenangan atas Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam final ganda campuran bulutangkis Olimpiade Rio 2016, (17/8/2016). (AFP/Ben Stansall)

Keberhasilan menyabet medali emas di Olimpiade 2016 merupakan momen yang tak akan pernah diupakan Liliyana. Tontowi/Liliyana berhasil mendepak unggulan pertama asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei, di semifinal. Mereka kemudian menundukkan ganda Malaysia, Chang Peng Soon/Goh Liu Ying pada laga final yang berlangsung tepat pada 17 Agustus, alias berbarengan dengan peringatan hari kemerdekaan Indonesia. 

"Sebuah kebanggaan luar biasa Tontowi dan saya bisa mempersembahkan medali emas dari Olimpiade di Rio untuk bangsa kami, di hari kemerdekaan," kenang Butet. 

"Itu merupakan momen terbaik dalam karier saya di bulutangkis. Saya tak akan pernah melupakannya. Saya yakin semua atlet bermimpi memenangi medali Olimpiade, karena itu turnamen tertinggi. Tak banyak pemain yang bisa melakukannya. Jika Anda memenanginya, maka Anda bisa menjadi legenda."

"Salah satu kunci dari Tontowi adalah dia punya mental sangat  bagus. Dia berlatih lebih banyak daripada pemain lain dan dia sangat sabar pada saya," sambung Liliyana Natsir.  

Sumber: Olympic.org