Borneo FC Tuntut Tambahan Subsidi Jika Shopee Liga 1 Berlanjut

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 28 Mei 2020, 12:45 WIB
Pelatih anyar Borneo FC bersama Presiden Klub Nabil Husein. (Dok. Borneo FC)

Bola.com, Jakarta - Borneo FC mengajukan sejumlah syarat jika Shopee Liga 1 2020 kembali dilanjutkan. Tim berjulukan Pesut Etam tersebut ingin subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) ditambahkan.

Kesepakatan antara PT LIB dengan peserta Shopee Liga 1, sebanyak 16 tim akan menerima subsidi Rp5,2 miliar. Kecuali Persipura Jayapura dan Persiraja Banda Aceh, yang mendapatkan Rp5,7 miliar untuk musim ini.

Advertisement

Pertimbangan Borneo FC meminta kenaikan subsidi kepada PT LIB dilatarbelakangi kompetisi yang kemungkinan digelar tanpa penonton. Dengan begitu, Pesut Etam bakal minim pemasukan namun tetap harus menanggung biaya operasional.

"Saya ingin subsidi bisa ditambah mengingat kompetisi akan berjalan tanpa penonton kalau berlangsung kembali. Sehingga harus ada pembicaraan mengenai rating televisi dan sharing," ujar Presiden Borneo FC, Nabil Husein dinukil dari Antara.

Sebelumnya, Borneo FC mengikuti rapat virtual dengan PSSI, PT LIB, dan kontestan Shopee Liga 1 pada Rabu (27/5/2020). Pesut Etam menjadi satu dari lima klub yang setuju kompetisi kembali digulirkan bersama Persiraja Banda Aceh, Persib Bandung, Persikabo, dan Persipura Jayapura.

Video

2 dari 2 halaman

Sponsor Putus, Revisi Kontrak Pemain Jalan Keluar

Pusamania Borneo FC Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Karena kompetisi vakum, Nabil mengaku Borneo FC nihil pemasukan. Pasalnya, para sponsor juga turut berhenti menyokong finansial Pesut Etam.

Agar tidak kolaps, Nabil harus mencari jalan keluar untuk menyelamati eksistensi Borneo FC. Pesut Etam berencana untuk mengubah nilai dan durasi kontrak pemain.

"Mengenai kontrak harus direvisi dan mencari jalan terbaik bersama. Ini agar tidak membebani klub. Sekarang sudah sangat berat menjalankan klub tanpa adanya pemasukan sama sekali. Sponsor pun setop. Kami harus mencari sponsor tambahan tetapi tidak mudah bagi tim, khususnya di Kalimantan Timur seperti kami, untuk melakukannya," tutur Nabil.

Sumber: Antara