Mengulik Performa Mesut Ozil, Pemain Bergaji Rp 5,5 Miliar per Minggu di Arsenal

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 29 Mei 2020, 06:30 WIB
Mesut Ozil - Pemain asal Jerman berdarah Turki ini sudah terkenal sebagai bintang sepak bola beragama muslim. Ozil selalu berdoa lebih dulu sebelum memulai pertandingan dan tetap menjalankan puasa meski harus berlaga di lapangan. (AFP/Justin Tallis)

Bola.com, Jakarta - Mesut Ozil sering menjadi sasaran kritik saat Arsenal meraih hasil buruk. Sang playmaker dianggap tidak tampil sesuai harapan. Padahal, dia menjadi pemain dengan gaji paling besar di Arsenal.

Mesut Ozil menerima gaji 300 ribu pounds per pekan atau kisaran Rp5,5 miliar per pekan. Tidak ada pemain Arsenal lain yang mendapat gaji dengan nilai serupa, bahkan tidak ada yang mendekati gaji Mesut Ozil.

Advertisement

Pierre-Emerick Aubameyang, mesin gol Arsenal, hanya mendapat gaji 180 ribu pounds per pekan. Jauh di bawah yang diterima Mesut Ozil. Padahal, kontribusi Aubameyang untuk The Gunners sangat besar.

Belakangan, besarnya gaji yang didapat Mesut Ozil menjadi polemik di internal klub. Aubameyang dan beberapa pemain menuntut kenaikan gaji. Mereka merasa layak mendapat gaji lebih besar dengan kontribusi yang diberikan.

Dengan status pemain bergaji paling mahal, apakah kontribusi Mesut Ozil untuk Arsenal sudah sepadan?

Berikut analisis performa Mesut Ozil di Arsenal.

Video

2 dari 6 halaman

3 Musim Awal

Gelandang Arsenal, Mesut Ozil, menggiring bola saat menghadapi Chelsea pada laga Premier League pekan ke-24 di Stamford Bridge, London, Rabu (22/1). Arsenal tahan imbang Chelsea 2-2. (AFP/Ben Stansall)

Mesut Ozil dibeli Arsenal pada 2013. Klub asal London Utara harus membayar 50 juta euro untuk bisa mendapatkan jasa Mesut Ozil dari Real Madrid. Saat itu, Arsenal masih dilatih Arsene Wenger.

Arsene Wenger segera menjadikan Mesut Ozil sebagai pemain utama. Hanya saja, performa Mesut Ozil tidak cukup bagus. Dia butuh waktu beradaptasi dengan gaya sepak bola Inggris.

Statistik Mesut Ozil musim 2012-2013 di Premier League: 26 main, 5 gol, 9 assist, akurasi umpan 88 persen.

Performa Mesut Ozil pada musim kedua dianggap lebih baik. Walau, dari sisi jumlah gol dan assist merosot. Pemain asal Jerman itu hanya mencetak empat gol dan lima assist.

Musim ketiga atau musim 2015-2016 menjadi puncak performa Mesut Ozil. Saat itu, Arsene Wenger menemukan racikan yang tepat untuk Mesut Ozil. Wenger punya Alexis Sanchez, Theo Walcott, dan Olivier Giroud sebagai pemangsa umpan-umpan Mesut Ozil.

Pada musim 2015-2016, Mesut Ozil mencetak enam gol dan 19 assist di Premier League.

3 dari 6 halaman

Periode Akhir Arsene Wenger

Mesut Ozil dan Arsene Wenger. (AFP/Adrian Dennis)

Performa Mesut Ozil masih stabil pada musim 2016-2017. Pada musim ini, dia mencetak delapan gol dan sembilan assist di Premier League. Ada penurunan dibanding musim sebelumnya, tetapi secara umum masih cukup bagus.

Namun, itu adalah awal periode sulit Mesut Ozil.

Pada musim 2017-2018, yang juga menjadi musim terakhir Arsene Wenger di Arsenal, penampilan Mesut Ozil turun signifikan. Dari 26 laga Premier League, dia hanya mampu mencetak empat gol dan delapan assist.

Situasi menjadi lebih buruk setelah itu. Mesut Ozil mengalami periode yang sulit pada 2018, tepatnya setelah Piala Dunia. Saat itu, Mesut Ozil dituding sebagai aktor di balik kegagalan dan performa buruk Jerman di Rusia.

4 dari 6 halaman

Setelah Era Arsene Wenger

Mesut Ozil bersama Unai Emery. (AFP/Glyn Kirk)

Mesut Ozil kesulitan bangkit pasca Piala Dunia 2018. Di Arsenal, Mesut Ozil dihadapkan pada situasi baru. Arsene Wenger tidak lagi memegang kendali. Unai Emery ditunjuk sebagai manajer baru Arsenal.

Awalnya, manajer asal Spanyol itu memberi kepercayaan penuh pada Mesut Ozil. Bahkan, dia sempat menjadi kapten pada laga-laga awal musim. Namun, belakangan hubungan mereka memburuk.

Mesut Ozil hanya membuat dua assist saja di Premier League 2018-2019. Ini adalah capaian paling buruk jika dibanding musim-musim sebelumnya. Padahal, selama ini Mesut Ozil dikenal sebagai raja assist.

Meskipun begitu, Mesut Ozil masih menjadi pemain paling kreatif di Arsenal, dengan 82 umpan kunci.

5 dari 6 halaman

Bangkit di Tangan Arteta?

Pelatih Arsenal Mikel Arteta memberi isyarat saat Arsenal melawan Chelsea pada pertandingan Liga Inggris di Emirates Stadium, London, 29 Desember 2019. Mikel Arteta terkonfirmasi mengidap virus corona COVID-19. (Adrian DENNIS/AFP)

Unai Emery akhirnya dipecat pada awal musim 2019-2020. Posisi eks pelatih PSG itu digantikan Mikel Arteta. Mesut Ozil yang sempat jadi pengguni bangku cadangan kembali ke posisi pemain inti di bawah Mikel Arteta.

Selain itu, pemain 31 tahun telah mencetak satu gol dan dua assist di Premier League.

"Saya tidak terkejut dengan performa Mesut sebab saya sangat mengenal dia dan kemampuannya. Namun, harus ada struktur permainan yang tepat untuk membantunya mengeluarkan kemampuan terbaik. Dia tidak bisa melakukan segalanya seorang diri," kata Arteta.
6 dari 6 halaman

Statistik Mesut Ozil

Sumber: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, published 28/5/2020)

Berita Terkait