Kisah Drogba Arema yang Terlambat Masuk SSB dan Dipanggil Bebek

oleh Iwan Setiawan diperbarui 30 Mei 2020, 06:15 WIB
Arema FC - Dedik Setiawan (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Malang - Striker Arema FC, Dedik Setiawan punya keunikan pada awal kariernya sebagai pesepak bola. Striker yang membela Timnas Indonesia tahun 2018 dan 2019 itu ternyata sempat terlambat masuk SSB (Sekolah sepak bola).

Dedik baru dapat arahan main bola yang lebih serius ketika duduk di bangku SMP. Padahal umumnya, pesepak bola sudah masuk SSB di usia 10-12 tahun atau saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Advertisement
“Saya akui terlambat masuk SSB. Karena memang tidak ada pikiran mau jadi pesepak bola profesional. Tapi waktu masih kecil saya sudah sering diajak main bola dengan orang yang usianya diatas saya. Tanding dari kampung ke kampung. Baru saat SMP, ada teman yang mengajak saya ikut SSB Sinar Mas, Turen (Kabupaten Malang),” kata Dedik kepada Bola.com.

Sejak masuk SSB, dia lebih serius. Saat naik tingkat ke SMA, dia sempat diminta fokus kepada pendidikan oleh orang tuanya. Maklum, ada Ujian Nasional yang waktu itu jadi momok menakutkan pelajar.

“Waktu itu sempat berhenti sebentar waktu mau ujian nasional. Tapi di luar itu tetap main bola. Sempat masuk tim Porprov (Kabupaten Malang) lalu ke tim Liga 3 dulu, Kanjuruhan FC,” kenangnya.

Karena dia menimba ilmu agak terlambat dan memulai karier dari level paling bawah, Dedik tak pernah membayangkan bisa jadi pemain Arema. Bahkan saat dikontak tim Singo Edan musim 2016, dia sempat tak percaya. Lantaran waktu itu dia masih sering main tarkam.

“Saya masih ingat dulu waktu diminta Abah Kun (Kuncoro, asisten pelatih Arema) ikut latihan pada pertengahan musim 2016. Saya pikir hanya jadi pelengkap latihan saja. Karena waktu itu banyak pemain yang cedera,” imbunya lalu tertawa.

Dedik menghilang dari sesi latihan untuk main di pertandingan tarkam karena merasa hanya jadi pelengkap di Arema. Ternyata, tim pelatih Arema memintanya gabung latihan lagi dan sudah memberikan rekomendasi kepada manajemen untuk dikontrak.

“Waktu itu dikontrak setengah musim. Lalu diperpanjang satu tahun. Setelahnya perpanjang tiga tahun sampai Februari 2021,” kenangnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Panggilan Bebek

Dedik Setiawan, penyerang andalan Arema FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Saat ini, Dedik dijuluki sebagai Didier Drogba Arema. Namun, di kalangan teman-teman lamanya, dia punya panggilan bebek.

Dedik mengakui panggilan itu datang dari pelatih pertamanya di SSB. Dia tidak tahu kenapa dapat panggilan itu.

“Pelatih pertama tiba-tiba manggil begitu (bebek). Tidak tahu kenapa,” jelasnya.

Menueur teman dekatnya, gaya berlari Dedik dibilang agak aneh dan mirip bebek. Panggilan itu melekat di kalangan teman lamanya saat bermain bola hingga di Persekam Metro FC musim 2012-2015.

Dedik tidak jengkel dengan panggilan itu Karena dengan gaya lari tersebut, dia bisa cepat membawa bola ke jantung pertahanan lawan. 

Berita Terkait