Dua Eks Penggawa Persib Ceritakan Rivalitas dengan Persija

oleh Nandang Permana diperbarui 16 Jul 2020, 18:00 WIB
Gelandang Persija Jakarta, Rohit Chand, berebut bola dengan pemain Persib Bandung laga pekan kedelapan Shopee Liga 1 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Persija dan Persib bermain imbang. (bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Dua mantan pemain Persib, Boy Jati Asmara dan Usep Munandar mengomentari rivalitas Maung Bandung dengan Persija yang masih terpelihara hingga sekarang.

Menurut dua mantan pemain Persib itu, tidak seharusnya jika mau melawan Persija, Bandung dan Jakarta saling perang komentar baik di media masa atau sosial media.

Advertisement

Rivalitas kedua tim tersebut memang sudah menjadi rahasia umum. Jika kedua tim akan bertemu baik di Bandung maupun di Jakarta, semua pihak dipastikan mempunyai kesibukan yang tinggi dibanding dengan pertandingan-pertandingan tim lainnya.

Belum lagi di sosial media baik Facebook, Twitter maupun Instagram, basis suporter kedua tim terlibat saring serang komentar. Sayangnya, rivalitas kedua tim itu tak jarang memakan korban jiwa. Itu pula yang membuat kedua mantan pemain Persib itu merasa prihatin.

Boy Jati Asmara yang membela Persib Bandung musim 2004-2007 ini mengaku heran dengan rivalitas kebablasan yang terejadi hingga saat ini. Padahal, kata Boy Jati Asmara, seharusnya semua pihak di Jawa Barat, khususnya Bandung, menganggap pertandingan melawan Persija itu biasa saja sama seperti mengahadapi tim lainnya.

"Saya heran perseteruan Bandung dan Jakarta jika Persib lawan Persija selalu panas. Seolah-olah Persib ini mau lawan siapa. Seharusnya, lawan Persija itu dianggap lawan biasa saja, tak perlu dibesar-besarkan. Saya dulu, sudah melakukan beberapa cara agar saat lawan Persija itu biasa saja," kata Boy Jati Asmara kepada Bola.com, Kamis (16/7/2020).

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Soal Bonus Lawan Persija

Boy Jati Asmara dan Erick Setiawan memberikan pendapat perihal permainan Persib di bawah racikan Dejan Antonic. (Bola.com/Permana Kusumadijaya)

Bukan hanya kepada pendukung saja, Boy Jati juga menyoroti kepada beberapa pihak yang selalu menyediakan bonus besar jika mengalahkan Persija. Seharusnya kata Boy Jati, jangan menganggap Persija seolah-olah lawan spesial untuk Persib

"Buat apa bonus besar disediakan kalau kalahkan Persija. Big match pun ada aturannya, misalnya kalau Persija ya berada di bawah Persib, kenapa harus disebut big match. Bonus seharusnya ada ya pas menang saja, tak peduli lawannya siapa," ungkapnya.

Hal yang sama diungkap Usep Munandar yang pernah berkostun Maung Bandung 2004-2006. Usep mengenang pertandingan yang dibatalkan Panpel dan pihak kemanan dengan alasan yang membuat semua pemain kecewa yaitu keamanan di stadion tidak terjamin.

Bukan hanya itu, saat uji coba lapangan sehari sebelumnya, kata Usep ada seorang official yang mendapatkan perlakuan tidak pantas dari oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Kami kecewa pada saat mau bertanding harus pulang tanpa bertanding. Karena alasanya pada saat itu keamanan tidak terjamin. Kami dengar informasi, kalau penonton di Lebak Bulus itu sudah dipinggir lapangan sejak jam 12 siang. Padahal pertandingan jadwalnya jam 15.00," tuturnya.

"Kami kecewa, padahal kami sudah siap bertanding pada saat itu. Ya akibat rivalitas yang kebablasan. Semua pemain kecewa waktu itu tidak jadi bertanding. Coba kalau pertandingan dipindah jadwalnya," kata Usep Munandar.